Kepala BKKBN Ungkap _Sexsual Intercourse_ Terlalu Dini Penyebab Kanker Mulut Rahim dan Kanker Payudara

JAKARTA, PRIPOS.ID (15/10/2021) – Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Eni Gustina mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Founder Perempuan Sadar Vagina (PSV) yang telah membantu sosialisasi dan edukasi tentang pengetahuan kesehatan reproduksi. “Kami tentunya sangat berterima kepada founder PSV Indonesia yang sudah membantu menyosialisasikan dan edukasi kepada masyarakat, yang memang kegiatan ini adalah salah satu program ini di Kedeputian KBKR BKKBN. Seperti kita ketahui kesehatan reproduksi adalah salah satu siklus hidup dimana kita harus mengajarkan anak sejak kecil mengenai kebersihan yang baik dan benar. Hal seperti ini merupakan amanat dari Bapak Presiden untuk mengedukasi SDM dengan meningkatkan kebersihan dan kesehatan reproduksi. Salah satu penyebab terjadinya gangguan kehamilan yaitu karena infeksi, hal ini diakibatkan oleh ketidakpedulian seseorang kepada organ reproduksi yang mengakibatkan keputihan dan lain sebagainya”, kata Eni.

Hal sama pun disampaikan oleh Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo. “Hal-hal ini penting, saya terimakasih kepada Ibu Inge dan jajaran dari Founder PSV yang hari ini mengadakan kegiatan membedah vagina paling tidak kita bedah secara _totally_ itu seperti apa sebetulnya yang bisa kita pahami. Laki-laki relatif lebih aman, kenapa perempuan itu dikejar-kejar supaya lebih perhatian terhadap kebersihan vagina karena memang Tuhan menciptakannya seperti itu, jadi harus betul-betul dipahami perempuan itu memang kondisinya lebih rawan dan lebih rentan dari berbagai macam infeksi”, tambah dr. Hasto.

Selain itu, mengutip sambutannya Kepala BKKBN saat membuka Webinar ” _Personal Hygiene_ Kesehatan Reproduksi” yang diselenggarakan secara virtual dr. Hasto menjelaskan, “Kesehatan reproduksi masih perlu diperjuangkan terus supaya persepsi terhadap masalah _reproductif health_ dan juga persepsi terhadap pembelajaran tentang komprehensif _reproductif health_ ini terus akan dipersepsikan dengan benar di tengah masyarakat. Terkait dengan kebersihan organ reproduksi itu sangat penting tapi sering tidak dimengerti. Masalah Kesehatan reproduksi ini menyangkut masalah yang kompleks seperti sosial, budaya, ekonomi tapi khusus masalah yang terkait fisik dan biologis ini penting sekali untuk dipahami bersama”, tutur dr. Hasto.

“Kita harus menyadari proses-proses pada saat misalkan terjadi haid, haid itu kan terkadang juga tidak dimengerti, itukan cuma sederhana mengelupasnya rongga rahim, kemudian keluar darah dan perempuan saja banyak yang belum tau sebetulnya haid itu normalnya berapa hari sih. Haid itu minimal 2 hari maksimal 7 hari, kenapa maksimal 7 hari karena Tuhan menciptakan tubuh kita ini kalau tergores atau luka itu ada proses yang namanya repitilisasi yaitu proses untuk membentuk epitil kembali itu 7 hari, jadi kalau anda itu luka kulitnya itu jangan berharap sebelum 7 hari itu kulitnya ketemu sama seperti menstruasi jangan berharap sebelum 7 hari luka yang ada didalam rahim itu sembuh pasti masih keluar darah walaupun sedikit. Jadi jangan kalau nanti menstruasi terus sudah berhenti terus hubungan seks itu salah juga sebetulnya karena aslinya belum selesai, hal-hal seperti ini kan penting untuk dipahami dan ini sederhana”, ungkap dr. Hasto.

“Menjaga kebersihan itu menjadi bagian yang penting karena pada saat menstruasi ini sebetulnya kita sekali lagi ada luka di dalam rongga rahim kemudian luka itu akan sembuh setelah 7 hari. Bisa dibayangkan kalau sebelum 7 hari itu hubungan seks itu alat kelamin itu kan tidak ada yang bersih 100%, sehingga kalau misalkan anda itu hubungan seks belum lewat 7 hari dari mens pertama itu kan luka masih terbuka, sehingga kalau alat kelamin laki-laki kotor itu kan membawa bakteri sehingga akhirnya ada luka ada bakteri pasti akhirnya jadi infeksi”, tambahnya.

“Ini kalau infeksi terus menerus akhirnya keputihan menahun karena kemudian dia naik ke saluran tuba namanya saluran indung telur kemudian saluran indung telurnya bisa bengkak, karena saluran telur itu berhubungan dengan vagina jadi kalau kita ada bakteri masuk ke vagina itu akan sampai kedalam rongga perut inilah yang kemudian kita harus menjaga kebersihan. Oleh karena itu, didalam agama bagi mereka yang beragama Islam juga ada ajaran jangan lakukan hubungan seks selama haid, ajaran itu kan bagus juga, ternyata Tuhan itu sudah luar biasa memberikan rambu-rambu kepada kita”, terang dr. Hasto.

Founder PSV Indonesia dr. Inge Satyo Ariyanto juga menyampaikan maksud dan tujuan dari organisasi PSV ini adalah mengajak secara aktif dan massif para perempuan untuk memperbaiki gaya hidup dan cara pandanganya terhadap vagina. “Vagina aset yang diberikan kepada sang pencipta ALLAH SWT, gerakan PSV ini mengajak perempuan untuk sadar vagina agar mempunyai hak untuk di rawat dan diperhatikan kebersihannya. Kenapa saya memilih kosakata Perempuan Sadar Vagina, karena pada tahun 1996 saat saya kuliah di fakultas kedokteran tingkat 2 saya melihat di suatu berita ada seorang penulis drama dan artis pertunjukan dari USA. Beliau mengumpulkan 200 orang peremuan dan bertanya kepada orang-orang tersebut mengenai Vagina. Dari jawaban teratas mereka berbicara terkait seksual, kepuasan, hubungan intim, percintaan dan lain sebagainya. Jadi yang menyambungkan vagina untuk membuat anak itu jawaban terakhir tidak menyebutkan kata reproduksi, maka dari itu saya membuat gerakan peremupuan sadar vagina agar para perempuan bisa memperlakukan vagina secara pantas dan menjauhkan dari hal-hal negatif”, kata dr. Inge.

Kemudian dr. Hasto mengungkapkan, “Indonesia juga gara-gara _sexsual intercourse_ dini juga banyak menderita kanker mulut rahim selain mium tadi ini no 2 setelah kanker payudara salah satu penyebabnya karena _sexsual intercourse_ yang terlalu dini. Saya juga berharap, dengan merawat vagina yang baik _pap smear_ tujuannya untuk deteksi dini ini juga menjadi hal yang penting untuk mencegah adanya kanker mulut rahim. Kalau kita bandingkan dengan 10-15 tahun yang lalu usia seks pertama kali semakin maju, 10-20 tahun yang lalu orang hubungan seks itu perempuan itu usia 16-17. Nah sekarang ini usia 14 sehingga kita ini seksnya maju tapi otaknya tidak maju, sehingga pemahamannya tidak maju tetapi seksnya maju. Banyak hal sederhana yang tidak tau, membedakan keputihan yang sehat dan tidak sehat itu tidak tau, yang normal seperti apa yang tidak normal itu seperti apa tidak tau. Vagina itu cuma dipersepsikan dua yaitu darah dan keputihan padahal sebetulnya banyak. Kegiatan ini semoga bermanfaat untuk remaja-remaja untuk calon-calon keluarga terutama remaja putri yang sangat penting sekali”, ungkap dr. Hasto. (nor)

Categories: Berita Nasional

Leave A Reply

Your email address will not be published.