Kerjasama Pendidikan Bidang Turisme Menjadi Salah Satu Prioritas Indonesia – Prancis

ANGERS, PRANCIS, PRIPOS.ID (03/06/2020) –  Prancis adalah negara dengan 10,2 persen tenaga kerjanya di bidang pariwisata, dengan jumlah turis pada tahun 2019 mencapai 90 juta, padahal jumlah penduduk hanya sekitar 67 juta orang. Bidang pariwisata sudah menjadi bagian dari industri utama dan unggulan Prancis.

Hal itulah yang membuat negera ini  banyak institusi pendidikan di bidang tourisme dan perhotelan, mulai jenjang menengah kejuruan hingga pendidikan tinggi, dengan kajian multidisiplin pariwisata, perhotelan, restorasi yang terintegrasi. Hubungan antara institusi pendidikan dengan industri pariwisata dekat sebagai hubungan antara pendidikan dan duni (dunia usaha).

Potensi yang dimiliki Prancis itulah yang menjadikan Atdikbud KBRI Paris Prof. Warsito melakukan penguatan kerjasama di bidang tourisme. Pada tahun 2019 lalu, Atdikbud telah mendukung Kemdikbud untuk mengirimkan beberapa orang guru SMK di bidang tourisme dan perhotelan untuk melakukan magang di Prancis. Tujuannya agar guru-guru tersebut belajar secara langsung bagaimana lembaga pendidikan kejuruan menengah di Prancis menyiapkan para siswanya dan juga hubungan dengan industri.

Tahun ini, Warsito memperkuat kerjasama di tingkat pendidikan tinggi untuk bidang pariwisata, yaitu dengan Esthua Tourisme et Culture, salah satu fakultas di Université d’Angers. Angers adalah salah satu kota arah barat dari Paris, perjalanan 1,5 jam menggunakan kereta cepat. Fakultas ini berdiri sejak 1984, memiliki mahasiswa sebanyak lebih dari 3000 orang dengan 25 persen berasal dari luar Prancis, yaitu 70 persen asal negara berbeda. Dengan potensi kekayaan alam dan budaya maka Indonesia menjadi bagian penting dari kerjasama internasional tersebut.

Dalam kunjungannya,  Prof. Warsito diterima oleh Prof. Françoise Grolleu, Wakil presiden urusan internasional, Prof. Philippe Violier, Direktur Esthua dan Prof. Sylvine Pickel.  Pertemuan membahas dan mengevaluasi kerjasama double degree dan juga riset bersama antara beberapa kampus di Indonesia dengan Esthua, di antaranya perkembangan riset yang dilakukan oleh peneliti dari Indonesia.

Pembahasan kegiatan lainnya yang terintegrasi juga menjadi agenda, diantaranya promosi kegiatan kebudayaan, promosi pariwisata, kuliner, dan pembelajaran Bahasa Indonesia (BIPA). Inisiasi kegiatan terintegrasi ini disambut baik oleh pimpinan universitas.(ask)

Categories: Luar Negeri

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id