Ahmad Arif mengungkapkan bahwa program kerja Korwil Jawa Barat ke depan akan berfokus pada peningkatan kapasitas penerbit, khususnya dalam bentuk pelatihan dan sertifikasi. “Masih banyak penerbit perguruan tinggi di Jawa Barat dan Bandung Raya yang belum memiliki SDM dengan standardisasi kompetensi kerja yang memadai. Pelatihan dan sertifikasi akan menjadi program utama kami,” ujarnya.
Terkait tantangan, Ahmad Arif menyoroti kualitas buku perguruan tinggi yang masih perlu ditingkatkan, termasuk keterjangkauan pemasaran serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi digital. “Tantangannya tidak sedikit, mulai kualitas konten, minimnya buku digital, hingga bagaimana kita menyikapi perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia penerbitan,” jelasnya.
Meski belum merumuskan visi khusus bagi Korwil, ia menegaskan bahwa arah kerja tetap sejalan dengan visi dan misi APPTI sebagai organisasi afiliasi penerbit perguruan tinggi. Ia berharap APPTI Korwil Jawa Barat dapat menjadi wadah kolaborasi yang produktif.


