Kini Indonesia dan Iran Perkuat Kerjasama Bilateral

JAKARTA, PRIPOS.ID (6/07/2021) – Indonesia dan Iran sepakat perkuat kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Kesepakatan ini disampaikan kedua pihak pada Pertemuan Komite Konsultasi Bilateral ke-9 yang berlangsung pada 5 Juli 2021. Berbagai inisiatif dalam memperkuat kerja sama tersebut juga digali kedua delegasi, yang masing-masing dipimpin Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar Abdul Kadir Jailani dan Asisten Menteri Luar Negeri Iran yang juga merangkap Dirjen Asia dan Oseania, Duta Besar Reza Zabib.

Kedua pihak *sepakat mendorong penyelesaian* negosiasi Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement (PTA), dimana total perdagangan kedua negara meningkat dari USD 141,60 juta di tahun 2019 menjadi USD 215,97 juta di tahun 2020 (peningkatan 52%), di tengah pandemi dan kelesuan ekonomi global.

Pertemuan juga mencatat perkembangan kerja sama kedua negara di sektor Kesehatan, sebagai tindak lanjut pembicaraan kedua Kepala Negara. Tindak lanjut dari pembicaraan tersebut berupa Indonesia-Iran Virtual Health Business Forum dan proyek kerja sama Pusat Robotic Telesurgery di RS Hasan Sadikin, Bandung dan RS Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ke depan, kedua negara akan menjajaki kerja sama pengembangan dan produksi vaksin, dimana Iran telah berhasil memproduksi vaksin COVID-19 buatan dalam negeri.

Selain kedua bidang kerja sama tersebut, kedua delegasi juga membahas rencana penandatanganan MoU Kerja Sama bidang Penanganan Narkotika, serta *mendorong pula pembahasan kerja sama antar Kementerian Pertahanan dan kerjasama* pertukaraan kebudayaan. Saat ini, Indonesia dan Iran telah memiliki MoU kerja sama Perpustakaan.

Secara khusus, pihak Iran menyambut baik kelanjutan kerja sama IPTEK dalam mekanisme Indonesia-Iran Joint Working Committee on Scientific and Technological Cooperation, *mendorong penjajakan kerja sama antara Kementerian Agama dan kerjasama bidang* olahraga, termasuk menyampaikan dukungan terhadap upaya Indonesia memasukan pencak silat sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Selain membahas hubungan bilateral, kedua delegasi bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, seperti Palestina, Afghanistan, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA); serta perkembangan terkini terkait penguatan kerja sama dalam berbagai forum regional dan internasional.(kemenlu/ask)

Categories: Luar Negeri

Leave A Reply

Your email address will not be published.