KJRI Perth Selenggarakan IA-CEPA and Western Australia: Seizing the Potential

PERTH, AUSTRALIA, PRIOPS.ID (29/06/2020) – Indonesia dan Australia telah menandatangani Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) pada bulan Februari 2019 setelah melalui 9 tahun perundingan. Parlemen Australia telah meratifikasi perjanjian tersebut pada 26 November 2019, sementara Indonesia pada 6 Januari 2020. IA-CEPA memungkinkan Indonesia dan Australia untuk dapat bekerja sama dan memanfaatkan kekuatan masing-masing dengan mendorong ekspor-impor. KJRI Perth bekerja sama dengan berbagai pihak selenggarakan seminar daring bertajuk “IA-CEPA and Western Australia: Seizing the Potential” untuk mengeksplorasi pemanfaatan IA-CEPA bagi kedua negara (25/06/2020).

“Enactment of IA-CEPA is only the beginning, and not the end of this strategic conversation. Furthermore, IA-CEPA is not just transaction of goods, but also linkages of both economies into global trade, supply, and value chain. IA-CEPA enable Indonesia and Australia to join their strengths and potentials, with far greater impacts rather than to do it individually,” ujar Minister for Asian Engagement, Hon. Peter Tinley membuka seminar.

Para pembicara diantaranya Director General of JTSI Mr. Richard Sellers, Sekretaris Utama BKPM Ir. Farah Ratnadewi Indriani, dan Konsul Jenderal RI di Perth, Dewi Gustina Tobing menekankan bahwa IA-CEPA hanya dapat mencapai hasil optimal bagi kedua pihak apabila disertai dengan perspektif yang inovatif dan bukan “business as usual”. IA-CEPA bukan melulu mengenai perdagangan dalam konsep tradisional, namun justru lebih kepada pengintegrasian kedua ekonomi menjadi suatu kekuatan economic powerhouse, yang memperkuat kedua pihak dalam global production, supply, dan value chain.

Bagi Indonesia, IA-CEPA menciptakan momentum dan medium untuk memperkuat basis industrial dan sumber daya manusia nasional, dengan mendayagunakan kemajuan teknologi dan kekayaan technical know-how Australia, khususnya Australia Barat, di bidang teknologi pertambangan dan energi termasuk hydropower, industri maritim/perkapalan, agro-industri termasuk fertilizer, serta bidang pendidikan tinggi untuk segmen profesional maupun pendidikan keterampilan untuk segmen vokasional, dan lain sebagainya.

IA-CEPA menuntut di-inisiasi-nya dialog strategis di antara para pemangku kepentingan di Indonesia dan Australia Barat untuk memetakan berbagai peluang baru tersebut, termasuk di ranah digital economy.

“IA-CEPA could only be as powerful as intended if each and every layer of societies in both countries equipped with an appropriate tool to cultivate such opportunities. Public awareness of the IA-CEPA should therefore be raised and the idea of a mutually robust economy as envisioned in the IA-CEPA should be genuinely felt at the grass root levels in both countries,” demikian disampaikan Konjen Dewi Tobing dalam closing remarks seminar.(KJRI Perth/ask)

Categories: Luar Negeri

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id