Ketua Tim Psikoedukasi Fakultas Psikologi Unisba, Yunita Sari menjelaskan bahwa psikoedukasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya urgensi penanganan kesehatan mental pada usia remaja awal. Berdasarkan data survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS, 2022), sekitar 34,9 persen remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir, namun hanya 2,6 persen yang mengakses layanan profesional. Memasuki masa pubertas dan proses pencarian jati diri di jenjang SMP/MTs, remaja rentan menghadapi berbagai perilaku berisiko yang perlu dicegah melalui deteksi dini.
“Melalui psikoedukasi Sahabat PEKA, Fakultas Psikologi Unisba mendukung inisiatif OSIS untuk menjadikan anak-anak OSIS dan MPK sebagai agent of change. Mereka dibekali kemampuan dasar sebagai tutor sebaya untuk memberikan dukungan awal kepada teman-teman sebayanya yang sedang mengalami kesulitan emosional,” ujar Dr. Yunita Sari.


