Melalui pendampingan yang intensif, para santri baru dan warga sekitar mendapat pelatihan dasar, meliputi kewirausahaan dan teknis pemeliharaan dasar. Edukasi mengenai jadwal pemberian pakan yang konsisten, menjaga kebersihan kandang panggung yang ada, serta penanganan telur hasil panen agar tidak mudah pecah.
Peternakan rintisan ini diharapkan dapat menjadi laboratorium hidup (living laboratory) yang berharga. Program ini membuka ruang bagi warga sekitar yang kehilangan mata pencaharian atau membutuhkan penghasilan tambahan untuk ikut belajar mengelola usaha.
Pengurus Pondok Pesantren Darul Munawwar dan Desa Gandamekar menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran tim dari Unisba. Bantuan berupa kandang, bibit ayam dan pakan, serta ilmu kewirausahaan yang diberikan dinilai menjadi modal bagi warga yang baru mulai di dunia peternakan.
Melalui kegiatan PKM-Program Pengembangan Kewirausahaan ini, LPPM Unisba berharap peternakan ayam petelur ini secara perlahan dapat berkembang, meningkatkan taraf hidup warga, dan menjadi penggerak ekonomi yang membawa keberkahan bagi pesantren dan lingkungan sekitarnya.(askur/nmn)***


