Rafid menjelaskan, video yang mereka produksi berangkat dari kegelisahan mahasiswa komunikasi terhadap isu-isu yang relevan secara global. Melalui karya tersebut, tim DPR ingin menegaskan bahwa komunikasi visual memiliki peran strategis, tidak sekadar sebagai elemen estetika tetapi juga sebagai medium penyampai pesan yang mampu membangun kesadaran dan empati lintas budaya.
“Tantangan terbesar adalah menerjemahkan ide yang kompleks menjadi visual yang ringkas namun tetap bermakna, terutama dengan keterbatasan waktu dan sumber daya. Kami juga harus memastikan pesan yang disampaikan dapat dipahami audiens internasional dengan latar belakang budaya yang beragam,” tambahnya.
Ia menilai, keunikan karya tim DPR terletak pada keberanian mengangkat isu secara jujur dan kontekstual, kemudian dikemas melalui pendekatan visual yang humanis dan kuat secara naratif. Fokus pada kekuatan pesan dan storytelling menjadi nilai tambah yang membuat karya tersebut kompetitif di tingkat internasional.


