Salah satu anggota tim produksi, Rafid, menjelaskan bahwa ide karya lahir dari pengamatan terhadap fenomena transisi media. Menurutnya, koran tidak lagi menjadi medium utama masyarakat dalam memperoleh informasi. “Kami melihat perubahan besar dalam cara publik mengakses berita. Kecepatan dan aksesibilitas media digital perlahan menggantikan peran media cetak. Dari situ, kami terdorong untuk mendokumentasikan realitas tersebut secara visual,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terjadi pada tahap produksi, terutama saat pengambilan gambar proses percetakan koran pada dini hari. Proses syuting berlangsung dari pukul 21.00 hingga sekitar 03.00 pagi. “Kondisi fisik yang lelah, keterbatasan waktu, dan tuntutan menjaga kualitas visual menjadi tantangan tersendiri. Namun, pengalaman itu justru membentuk disiplin dan komitmen kami sebagai tim,” katanya.


