Buruan SAE RW 11 Cisaranten Kulon mulai dirintis pada 2021–2022, berawal dari program pengelolaan sampah Kang Pisman yang kemudian berkembang menjadi pemanfaatan lahan pekarangan untuk kegiatan bercocok tanam. Program ini menggabungkan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi media tanam berbasis polybag, sekaligus mendorong ketahanan pangan keluarga melalui semangat gotong royong. Hingga saat ini, sekitar 65 hingga 67 warga telah tergabung dalam grup komunikasi WhatsApp Buruan SAE, dengan struktur kepengurusan yang telah disahkan melalui Surat Keputusan (SK) pada 6 April 2026.
Ketergantungan pada Satu Figur dan Rendahnya Sense of Community
Meski jumlah anggota grup komunikasi Buruan SAE tergolong cukup banyak, hasil asesmen melalui wawancara, observasi lapangan, penyebaran angket, dan empat kali Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa kegiatan komunitas masih didominasi oleh sekitar 10 orang yang aktif secara konsisten. Sebagian anggota bahkan belum mengetahui bahwa mereka telah tercantum sebagai pengurus dalam Surat Keputusan (SK), sementara pelaksanaan berbagai kegiatan masih sangat bergantung pada Ketua RW sebagai penggagas program. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan anggota belum merata dan rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan komunitas masih perlu diperkuat.


