Panggung Cinta

Oleh Albertus Triyatmojo (Kepala Bagian Keuangan)

“Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat Jasmerah adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966”.

Sejarah manusia termasuk sejarah peradaban suatu bangsa merupakan tontonan bagaimana kemanusiaan berjalan pada masanya. Ada pesan-pesan di balik suatu percakapan, perjuangan, dan singkat kata di dalam narasi suatu sejarah yang digambarkan.

Ada tokoh, pemimpin, pengikut, dan sederet sebutan untuk melukiskan dinamika kisah kemanusiaan. Pesan pengorbanan, kegigihan, keberanian, totalitas, loyalitas menjadi kisah yang apik, patut, dan layak dikenang bahkan menjadi teladan yang hidup sepanjang sejarah suatu bangsa. Oleh karena itu, dalam arti ini sejarah hendak memperlihatkan suatu panggung kisah cinta.

Selanjutnya, dalam perspektif Injil Minggu Biasa XIII, panggung kisah cinta itu merupakan pengalaman nyata bagaimana manusia mencintai Allah. Akan tetapi tidak setiap kisah cinta mulus digambarkan sebagai kisah cinta heroik yang baik. Ada juga kisah pengkhianatan, kisah persekongkolan yang memalukan, dan kisah-kisah lain yang buruk serta bertentangan dengan cinta. Itulah monumen yang harus dikatakan sebagai peristiwa yang menjadi memilukan dan melukai cinta.

Setiap warga bangsa, pun masyarakat Katolik Indonesia akan memberikan kisah cinta itu. Narasi cinta yang akan digambarkan tentu menjadi sangat beragam, unik, dan spesifik sesuai kedalaman cinta atau mungkin ketiadaan cinta. Ada yang dapat diterangkan, dilukiskan, namun ada juga yang tidak mudah melukiskan pesan kisah cintanya. Demikian pula setiap umat beriman Katolik akan memberikan kisah cinta masing-masing.

Inspirasi Injil Minggu Biasa XIII menjadi pesan utama bagi setiap umat beriman termasuk ASN yang akan menjadikan ruang bumi nusantara sebagai panggung kisah cintanya. Mencintai Allah menjadi nilai utama dari nilai yang lain. Nilai-nilai lain harus menjadi pancaran cinta kepada Allah, mengasihi Allah. Misteri mengasihi Allah pada akhirnya juga akan menampilkan identitasnya dalam panggung masing-masing umat beriman Katolik. Sejarah akan mencatat dinamika kisah kemanusiaan itu dan semoga panggung cintalah yang akan dilukiskan dan bukan panggung yang lainnya.

Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati.

 

Categories: Agama

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id