Jaenadi juga menyoroti pentingnya ketahanan energi di Jawa Barat. Ia menekankan bahwa transisi dari energi fosil ke energi terbarukan memerlukan perencanaan yang matang dan komitmen kuat dari berbagai pihak. Hal ini sesuai dengan visi undang-undang yang mendorong transisi energi berkelanjutan.
“Target kita adalah mencapai komitmen Zero Emission pada tahun 2060. Untuk itu, langkah perencanaan RUED harus serius dan bertahap, dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan secara optimal,” jelasnya.
Ia mengapresiasi pencapaian Jawa Barat yang telah melampaui target EBT tahun 2025. Hingga saat ini, kontribusi energi terbarukan di provinsi ini telah mencapai 24 persen, melampaui target nasional sebesar 20 persen.
“Ini adalah capaian luar biasa yang harus kita tingkatkan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan energi hijau,” tambah Jaenadi.

