“Korps Protokoler Mahasiswa bukan hanya mengatur teknis acara, tetapi juga membawa citra institusi. Karena itu, pengurus harus menjunjung tinggi etika, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi yang baik. Kepemimpinan dalam organisasi protokoler adalah bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan,” ujar Frida.
Frida juga berpesan agar kepengurusan baru mampu memperkuat soliditas internal, menjunjung nilai musyawarah, serta menjaga dan mengembangkan kolaborasi dengan organisasi keprotokoleran mahasiswa lintas kampus. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam membangun standar profesionalisme dan etika keprotokoleran yang semakin baik di masa depan.
Pelantikan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur sivitas akademika dan alumni, di antaranya Ketua 3iKB Yayan Ruhyani selaku alumni protokoler, alumni pembina KPM Dr. ME Fuady, serta mantan Kepala Bagian Kemahasiswaan Unisba, Nanang Firdaus, MBA. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan kuatnya dukungan lintas generasi terhadap keberlanjutan dan penguatan organisasi.


