Penuhi Kebutuhan Pasar Dunia, Kementan Tingkatkan Kualitas SBW Indonesia*

JAKARTA, PRIPOS.ID (23/09/2021) – Produk sarang burung walet (sbw) yang dihasilkan Indonesia merupakan produksi terbesar di dunia. Kini, sarang walet Indonesia pun jadi primadona di pasar internasional. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus menjaga kualitas ekspor, jaminan keamanan pangan dan keberterimaan produk sarang burung walet dengan menerbitkan Permentan No. 26 Tahun 2020 pasal 27 tentang tindakan karantina terhadap sarang walet kotor.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Wisnu Wasisa Putra, menyampaikan bahwa Permentan yang baru diterbitkan tersebut mengatur tentang sarang walet kotor yang tidak dapat dieskpor. Hal ini disampaikan saat menggelar Bimbingan Teknis Ekspor kepada 50 pengusaha walet di Bogor selama dua hari (19 sd 21/09). Kegiatan ini juga diikuti oleh para verifikator dari unit pelaksana teknis karantina pertanian di lingkup Barantan.

“Sesuai Permentan yang baru apabila dalam tindakan karantina hewan terbukti ditemukan sarang walet kotor pada saat pengeluaran menuju negara tujuan ekspor, maka dilakukan penolakan dan dikembalikan kepada pemilik,” jelas Wisnu melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/9).

Menurut Wisnu, selama ini sarang walet diekspor tujuan Tiongkok, namun volume ekspor tujuan non Tiongkok jauh lebih besar jumlahnya, dan puncaknya pada tahun 2019 yang mencapai seribu ton.

Beberapa negara tujuan ekspor sarang walet selain Tiongkok diantaranya Hongkong, Vietnam, Singapore, Australia, Kanada, USA, Taiwan, Perancis, Makau, Uni Emirates Arab, hingga Belgia.

Dikatakan Wisnu, beberapa negara tersebut mempersyaratkan persyaratan teknis tertentu sehingga Barantan menerbitkan Keputusan Kepala Barantan No. 6291 tahun 2021 tentang Pedoman Tindakan Karantina Hewan selain Tiongkok.

“Pedoman tersebut hanya mengatur bagi negara – negara yang mempersyaratkan teknis tertentu, diantaranya Australia, USA, Kanada, dan Uni Eropa,” kata Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu mengatakan selain untuk menjaga bersama kualitas sbw yang diekspor dan memberikan jaminan sistem keamanan pangan dengan baik, Barantan juga mengajak pengusaha pemrosesan sarang walet untuk menandatangi pernyataan komitmen eksportir sarang walet. “Sekitar 50 perusahaan yang bersedia mematuhi komitmen tersebut,” tambah Wisnu.

Komitmen tersebut diantaranya (1) mematuhi protokol dan atau persyaratan ekspor negara tujuan, (2) berperan secara proaktif dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan citra baik kualitas sarang walet Indonesia di pasar internasional, (3) siap memenuhi pelaksanaan penjaminan produk sarang walet sesuai prinsip keamanan pangan dan sistem ketertelusuran produk, (4) tidak menjalankan praktik pemrosesan sarang walet yang menggunakan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan manusia, yang tidak sesuai dengan prinsip keamanan pangan.

_Ekspor SBW Jadi Tantangan Kebutuhan Pasar Dunia_

Kepala Barantan, Bambang, berharap kedepan Barantan bersama Badan Litbang dan instansi terkait lainnya dapat bersinergi dengan eksportir sarang walet untuk menjawab tantangan kebutuhan dunia.

“Menjawab tantangan kebutuhan pasar dunia bisa dilakukan mulai dari melestarikan habitat walet, meningkatkan jumlah, hingga meningkatkan kualitas ekspor sarang walet yang bernutrisi tinggi, aman dikonsumsi dan telah sesuai dengan standar sistem keamanan pangan. Sehingga dapat menembus pasar internasional, tidak hanya untuk Tiongkok, tetapi juga untuk non Tiongkok,”

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL, red) yang menyebutkan bahwa sarang burung walet merupakan andalan ekspor bagi sektor peternakan nasional. Oleh karena itu, harus terus dilakukan pendampingan mulai dari harmonisasi aturan dan persyaratan teknis sanitasi negara tujuan dan bimbingan teknis sanitari dan keamanan pangan.

“Kami selaku otoritas karantina mengawal protokol dan persyaratan teknis sarang burung walet, karena setiap negara tujuan memiliki protokol ekspor masing – masing,” pungkas Bambang.(nor)

 

Categories: Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.