Peran Technopark untuk Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Samosir

JAKARTA, PRIPOS.ID (30/07/2020) – Sejak ditandatanganinya kerja sama pengelolaan antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada tahun 2015, Technopark Samosir telah memberikan dampak signifikan bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah pemerintah setempat.

“Peran LIPI yang nyata dirasakan dengan adanya rekayasa pembibitan ikan di Balai Benih Ikan, pendampingan terhadap petani kopi dari hulu hingga hilir, penerapan teknologi pengemasan hasil industri rumahan, pendampingan untuk perizinan dari BPOM dan sertifikasi halal, juga konservasi spesies terancam punah ikan Batak,” ungkap Bupati Kabupaten Samosir Rapidin Simbolon pada Selasa (28/7).

Rapidin menjelaskan, pada periode pertama pengelolaan Technopark di tahun 2012, Balai Benih Ikan Kabupaten Samosir hanya menghasilkan 77.147 ekor bibit ikan. Namun ketika bekerja sama dengan LIPI jumlah tersebut meningkat tajam hingga 2.200.000 ekor bibit ikan pada tahun 2019 yang didistribusikan ke peternak ikan di Samosir. “Pembangunan dome dan penerapatan teknologi tepat guna LIPI telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani-petani ikan” tambahnya.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko mengatakan, Technopark Samosir merupakan salah satu contoh kawasan sains dan teknologi yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Technopark berfungsi untuk membangun sistem perikanan terpadu dan pembentukan klaster industri berbasis inovasi di Kabupaten Samosir. Juga wadah untuk membantu proses hilirisasi hasil riset agar dapat secara langsung memberikan solusi dan manfaat untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (ayd/ed: fz/ask)

Categories: Uncategorized

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id