Periode April 2020, Harga Patokan Ekspor Mineral Dipengaruhi Pandemi COVID-19 Secara Global

JAKARTA, PRIPOS.ID (28/3/2020) – Hingga akhir Maret 2020, pandemi COVID-19 yang terjadi secara global masih mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode April 2020. Dibandingkan dengan HPE periode Maret 2020, beberapa komoditas mengalami penurunan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30 Tahun 2020, tanggal 23 Maret 2020. “HPE produk pertambangan periode April 2020 mengalami penurunan pada beberapa komoditas diantaranya tembaga, timbal, seng, dan bauksit dikarenakan adanya wabah virus corona yang terjadi secara globa,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian. Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian.

Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME). Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode bulan April 2020 adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata USD 75,02/WE atau naik sebesar 0,11%, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga ratarata USD 38,33/WE atau naik sebesar 0,11%, konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga ratarata USD 204,30/WE atau naik sebesar 2,04%, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 44,79/WE atau naik sebesar 0,11%, dan konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 283,66 /WE atau naik sebesar 6,34%, Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga rata-rata USD 2.374,97/WE atau turun sebesar 1,78% , konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 751,46/WE atau turun sebesar 3,43%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata USD 471,26/WE atau turun sebesar 13,70%, dan Bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata USD 22,51/WE atau turun sebesar 3,31%. 2 Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga ratarata USD 117,98/WE dan konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 993,94/WE tidak mengalami perubahan.

Menurut Wisnu, penetapan HPE periode April 2020 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar dapat diunduh melalui http://jdih.kemendag.go.id/peraturan/detail/1981/2.(ask)

Categories: Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id