Perkuat Stok Pupuk di Jawa Tangah

JAKARTA, PRIPOS.ID (4/3/2021) – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di seluruh wilayah Indonesia guna memenuhi kebutuhan petani, termasuk di Provinsi Jawa Tengah. Per tanggal 24 Februari 2021, Pupuk Indonesia telah mempersiapkan 144.016 ton pupuk bersubsidi di gudang-gudang lini III di Provinsi Jawa Tengah, melebihi stok pupuk minimal yang ditentukan pemerintah sebanyak 68.292 ton.

Adapun rincian dari stok pupuk bersubsidi tersebut adalah 69.935 ton pupuk urea, 32.372 ton pupuk NPK, 18.812 ton pupuk ZA, 15.578 ton pupuk SP 36, dan 7.322 ton pupuk organik.

“Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk sebanyak dua kali lipat lebih banyak dari ketentuan stok minimal pupuk bersubsidi Jawa Tengah, dan siap menyalurkan pupuk kepada masyarakat Jawa Tengah sesuai dengan alokasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian,” ujar Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana pada Sabtu, (27/2).

“Berdasarkan Permentan Nomor 49 Tahun 2020, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam e-RDKK, dan memiliki kartu tani. Petani yang belum mendapatkan kartu tani dapat tetap kami layani secara manual selama ia terdaftar di e-RDKK” sambung Wijaya.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, Wijaya menegaskan bahwa Pupuk Indonesia akan selalu mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku, seperti Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV. Serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021.

Sebagai alternatif, Pupuk Indonesia juga mempersiapkan stok pupuk non-subsidi di Jawa Tengah sebanyak 22.422 ton per tanggal 24 Februari 2021. Rincian dari stok pupuk non-subsidi di lini II dan III Pupuk Indonesia di Jawa Tengah adalah 16.349 ton pupuk urea, 6.028 ton pupuk NPK, serta 45 ton pupuk ZA.

“Pupuk non-subsidi dapat digunakan bagi petani yang belum terdaftar dalam e-RDKK, atau bagi petani yang belum tercukupi kebutuhannya,” jelas Wijaya.

Untuk memperkenalkan produk pupuk non-subsidi lebih lanjut kepada masyarakat, Pupuk Indonesia telah meluncurkan program Agro Solution yang mendampingi petani dalam menjalankan siklus pertanian, dengan memberikan kemudahan akses bagi petani dalam mendapatkan modal usaha, pupuk, benih, serta obat-obatan berkualitas, juga memberi jaminan offtaker atau pembeli dan asuransi yang melindungi petani jika terjadi gagal panen. Program ini dijalankan oleh lima anak perusahaan produsen pupuk dari Pupuk Indonesia, dengan PT Pupuk Kujang Cikampek dan PT Petrokimia Gresik sebagai perusahaan yang melaksanakan program tersebut di Provinsi Jawa Tengah.(desi/png)

Categories: Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.