PKM PGPAUD Unisba: Membangun Resiliensi Keluarga Prophetic Parenting

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID (8/04/2021) – Berawal dari kondisi  pandemi covid 19 yang menyebabkan orang tua bekerja di rumah, anak-anak sekolah dari rumah, pertemuan dengan anak meningkat dan anak harus belajar dibimbing orang tua sehingga tidak sedikit berakhir dengan kekerasan terhadap anak. Berdasarkan hal tersebut Prodi PG-PAUD Universitas Islam Bandung bekerjasama dengan Himpaudi Kecamatan Sumur Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema ‘Prophetic Parenting  untuk Meningkatkan Resiliensi Keluarga Pada Anak di Masa Pandemi Covid -19.’ Tujuan PKM ini  membangun resiliensi keluarga, baik orang tua, guru, dan anak saat pandemic melalui kegiatan prophetic parenting sehingga dengan adanya resiliensi keluarga yang kuat keharmonisan, komunikasi serta kesejahteraan anak terjaga.

Pada PKM ini PG-PAUD Unisba menurunkan 10 orang dosen untuk memberikan materi  seminar dan workhop. Sedangkan  kepanitian dibantu sejumlah mahasiswa PGPAUD, dengan tujuan agar mahasiswa tidak hanya mengetahui materi dan teori tetapi mereka mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dihasilkan dari perkuliahan kepada  masyarakat secara langsung.

Resiliensi dapat dilaksanakan jika orang tua dan guru memahami dan mengetahui ilmunya serta dapat mempraktikkannya dengan kesadaran dan niat yang kuat untuk kebaikan keluarga, utamanya anak. PKM yang dilaksanakan secara tatap muka selama tiga hari (6 – 8 April 2021)  berlokasi di PKM PGPAUD Unisba: Membangun Resiliensi Keluarga Prophetic Parenting Sumur Bandung terdiri atas tiga kegiatan, yaitu seminar, workshop, dan kaulinan barudak. Peserta  adalah para orang tua yang memiliki anak usia dini, guru-guru PAUD, dan anak-anak usia dini. Jumlah peserta dibatasi, dalam sehari hanya 15 orang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yaitu mencuci tangan, mengukur  suhu tubuh, menggunakan masker, dan menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

Materi seminar yang disampaikan pada hari pertama dengan peserta para orang tua berkaitan dengan pengetahuan mengenai penanaman karakter Rasulullah kepada anak, pengenalan seks pada anak, dan membentuk jiwa sosial pada anak. Sedangkan pada hari kedua dengan peserta guru PAUD materi berkaitan dengan penyusunan program prophetic parenting di sekolah, penyusunan evaluasi program prophetic parenting yang bermutu, membangun komunikasi antara lembaga dan orang tua terkait program prophetic parenting, dan pengenalan kesehatan dan gizi pada anak PAUD.

Di hari ketiga terdiri atas dua kegiatan, yaitu workshop dan kaulinan barudak. Workshop terkait  keterampilan berkomunikasi dengan anak, keterampilan bercerita Qurani untuk anak,  dan keterampilan mengajarkan al-Quran untuk anak. Sedangkan kaulinan yang dilaksanakan di bagi dua kelompok, yakni kelompok cerita Qurani dan kelompok permainan Qurani.

Dari hasil angket peserta berterima kasih dengan ilmu dan keterampilan yang disampaikan Unisba.  Melalui kegiatan PKM ini  mereka  memahami berbagai  aktivitas yang harus dilakukan bersama anak saat di rumah. Para peserta pun merasakan bahwa kegiatan PKM seperti ini dibutuhkan sehingga para guru dan orang tua dapat memberikan pelayanan pendidikan  terbaik sesuai  contoh Rasulullah untuk anak-anak tercinta, dan masyarakat sekitar.(dwiki/png)

Categories: Berita Daerah,Iptekni

Leave A Reply

Your email address will not be published.