Prajaniti Hindu Indonesia Gelar Webinar Dialog Kebangsaan

JAKARTA, PRIPOS.ID (10/07/2021) – Prajaniti Hindu Indonesia menggelar webinar Dialog Kebangsaan yang mengangkat tema “Menangkal Radikalisme Dan Sebaran Berita Hoax Di Era Keterbukaan Informasi” yang digelar secara virtual pada Sabtu 10 Juli 2021.

Hadir sebagai pengantar pada acara tersebut, KS Arsana (Ketua Umum Prajaniti Indonesia) dan sebagai narasumber, Gede Narayana (Ketua Komisi IP), Romo Benny (Staffsus Ketua Dewan Pengarah BPIP), Dr H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA ( Deputi Kepemudaan Kemenpora RI ) dan Brigjen Pol. R. AHMAD Nurwahid, SE, MM (Direktur Pencegahan Terorisme BNPT).

Dalam pengantarnya pada acara dialog tersebut, Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesia, KS. Aksana menyampaikan, Dialog kebangsaan ini merupakan produk terbaru dari Prajaniti yqng mendorong dan memperkuat ingin agar persatuan dan kesatuan dalam berbangsa yang diperkuat dengan berfalsafah pancasila.

Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Gede Narayana dalam pemaparannya diacara dialog tersebut mengatakan, “Ada beberapa upaya yang harus dilakukan dalam menangkal radikalisme dan hoax diera keterbukaan informasi yaitu, Empat pilar kebangsaan yang harus dijadikan dasar hukum dan dasar rujukan dalam cara pandang bangsa Indonesia, yang membahayakan dan merugikan negara serta masyarakat harus ditindak tegas dengan berdasar undang-undang dan peraturan yang berlaku serta informasi publik yang diinformasikan ke publik haruslah yang akurat, benar dan tidak menyesatkan,” ujar Gede sapaan akrabnya dikalangan awak media.

Sementara itu Romo Benny, Ketua Dewan Pengarah BPIP dalam pemaparannya menyampaikan, Dalam dokumen persaudaraan manusia yang ditandatangani Sheikh Ahmad Al-Tayeb (Grand Syekh Al Azhar, Kairo, Mesir) dan Paus Fransiskus (Pemimpin Tertinggi Umat Katolik se-dunia) disitu ada point-point sebagai berikut, Keyakinan bahwa ajaran asli agama mendodong manusia untuk hidup bersama dengan damai, menghargai kemanusiaan, dan menghidupkan kembali kebijaksanaan, keadilan dan cinta kasih dan budaya toleransi, penerimaan terhadap kelompok lain, dan kehidupan bersama dengan damai akan membantu mengatasi pelbagai masalah ekonomi, sosial, politik dan lingkungan.

Sementara itu dalam acara yang sama, Direktur Pencegahan Terorisme BNPT, Brigjen Pol Ahmad Nurwahid menyebut bahwa kekerasan terorisme tidak hanya dapat dilakukan secara fisik namun juga verbal seperti ujaran kebencian, sesuai UU no 5 tahun 2018 tentang terorisme. Sehingga informasi melalui pemberitaan yang memberikan indikasi untuk mengancam kehidupan bermasyarakat tidak dapat dipandang remeh jika dibiarkan.

Disesi terakhir dalam dialog kebangsaan, Deputi Kepemudaan, Kemenpora RI, Dr H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, menyampaikan Kepeloporan pemuda dalam menangkal radikalisme dan hoax diera keterbukaan informasi yaitu dengan penguatan ideologi pancasila dan karakter serta budaya bangsa dikalangan pemuda.(nor)

 

Categories: Uncategorized

Leave A Reply

Your email address will not be published.