Dalam kesempatan yang sama, Bagir Manan selaku Ketua Badan Pembina Yayasan menegaskan bahwa estafet kepemimpinan yang berjalan tertib mencerminkan kematangan Unisba sebagai institusi pendidikan tinggi. Ia menyampaikan bahwa pemimpin yang bergilir secara teratur menunjukkan bahwa Unisba merupakan organisasi yang mantap dan baik. Ia mengapresiasi pengabdian Prof. Edi serta menyambut baik kesediaan Prof. Harits untuk melanjutkan kepemimpinan.
Bagir juga menekankan pentingnya keutuhan empat dharma Unisba, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembentukan sarjana Islam yang berintegritas. Menurutnya, Unisba bukan hanya tempat menuntut ilmu tetapi juga membentuk karakter. “Jika dharma keempat ini terus hidup maka lahirlah cendekiawan muslim yang jujur, bertanggung jawab, dan bermartabat,” tegasnya.
Sementara itu, Miftah Faridl dalam sambutannya menyampaikan bahwa Unisba adalah perguruan tinggi yang harus mengedepankan karakter Islami dalam seluruh aktivitas dan kurikulumnya. Ia mendukung penuh penguatan Islamic spirit di bawah kepemimpinan rektor baru, serta pentingnya menjaga kesinambungan pencapaian yang telah dirintis. Ia menggarisbawahi arah pengembangan Unisba melalui pendekatan Islamic spirit, peningkatan mutu akademik, adaptasi terhadap regulasi, dan globalisasi pendidikan.