“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas. Melalui mitra, alumni, dan kegiatan di masyarakat, mereka bisa membangun pengalaman dan jejaring sejak semester pertama,” ujar Dinda.
Mahasiswa juga terlibat langsung dalam pengabdian masyarakat, misalnya psikoedukasi pencegahan perundungan di SMPN 3 Rongga, Kabupaten Bandung Barat, dan lokakarya bagi remaja di SMKN 3 Cimahi. Karya dari kegiatan tersebut, seperti artikel jurnal, modul, dan video edukasi, dapat menjadi portofolio berharga sejak awal kuliah. Fakultas pun aktif di bidang kebencanaan dan kesehatan mental, serta pernah menjadi tuan rumah Temu Ilmiah Nasional XIV Asosiasi Psikologi Forensik yang diikuti lebih dari 100 peserta.
Jejaring fakultas juga menjangkau enam negara. Sepanjang 2025–2026, Fapsi Unisba menjalin kegiatan bersama PPI Leiden di Belanda, University of Pretoria di Afrika Selatan, University of Warsaw di Polandia, Universitat de Girona di Spanyol, Northeastern University di Amerika Serikat, dan Université de Caen Normandie di Prancis. Kegiatan tersebut meliputi layanan konseling, seminar internasional, hingga pertemuan riset.


