Kolaborasi lintas disiplin ini memperkuat pendekatan perencanaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek spasial, tetapi juga mempertimbangkan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan dukungan keahlian tersebut, penyusunan dokumen RDTR dan KLHS diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang relevan dengan karakteristik wilayah Kabupaten Wonogiri serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Bagi PWK Unisba, keterlibatan dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat dan penerapan keilmuan untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah.
Pelaksanaan FGD 1 dan Konsultasi Publik 1 KLHS menghasilkan sejumlah keluaran penting sebagai dasar bagi tahapan penyusunan dokumen berikutnya. Hasil utama kegiatan tersebut meliputi berita acara kesepakatan delineasi kawasan sebagai dokumentasi kesepahaman mengenai batas wilayah perencanaan di Baturetno dan Jatisrono, serta daftar panjang isu strategis KLHS (long list) yang menghimpun berbagai isu pembangunan berdasarkan tiga dimensi utama keberlanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi.


