Respon Kasus Bencana Longsor di Sumedang, Balai Lansia “Budhi Dharma” Bekasi Laksanakan Asesmen dan Layanan Dukungan Psikososial

SUMEDANG, JAWA BARAT, PRIPOS.ID, (14 /01/2021) – Hujan deras yang terjadi pada hari Sabtu (9/1/2021) di Kabupaten Sumedang menyebabkan tanah longsor di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung dan menyebabkan 14 rumah tertimbun longsor.

Kementerian Sosial RI melalui Balai Lansia “Budhi Dharma” Bekasi merespon bencana tanah longsor dengan menerjunkan 3 orang petugas Tim Respon Kasus untuk melaksanakan asesmen bagi lanjut usia yang terdampak bencana dan memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

Tim “Budhi Dharma” yang diwakili oleh Koordinator Pekerja Sosial, Windi Sihombing bersama pekerja sosial tiba di lokasi pengungsian korban longsor di SDN Cipareuag Desa Sukadana Kecamatan Cimanggung Sumedang (Senin, 12/01/21) dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumedang.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kupaten Sumedang, Komar menyampaikan posko pengungsian awalnya ada di 10 titik lokasi, namun berkurang menjadi 6 titik lokasi. Pengungsi lebih memilih mandiri di rumah keluarganya, walaupun tidur di teras rumah.

“Adanya bencana longsor ini menyebabkan rumah yang terkena longsor ada 14 rumah, jumlah meninggal dunia 16 orang dan yang hilang sampai saat ini ada 24 orang, sehingga kita harus saling bekerja sama dalam pencarian korban longsor,” ungkap Komar.

Bersama pendamping lokal Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Asep tim Respon Kasus “Budhi Dharma” mengunjungi Posko 1 di SMAN 1 Cimanggung untuk mengidentifikasi data lanjut usia yang terdampak longsor. Tercatat ada 19 lansia yang tersebar di 6 posko pengungsian berdasarkan data Jabar _Quick Response_ .

Kakek Manuh, salah satu korban bencana longsor yang ditemui menceritakan kejadian longsor sambil menangis.

“Sakit jantungnya kalau inget-inget kejadian kemarin, saya langsung kabur bawa diri aja. Sore itu kejadian begitu cepat dan tiba tiba tanah longsor”, ujar Manuh.

“Kakek yang sabar ya, semua musibah yang terjadi ini takdir”, ucap Windi menenangkan Kakek Manuh yang terlihat trauma. “Kami turut merasakan kesedihan yang kakek rasakan, namun Kakek harus kuat, tabah dan kembali beraktivitas setelah bencana ini. Tetap semangat dan bersabar,” tambah Windi.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan Tim Respon Kasus “Budhi Dharma” khusus lansia yang terdampak bencana longsor, petugas menemui 12 lansia yang tersebar di posko pengungsian SMAN 1 Cimanggung, Posko TPA Al- Hidayah, Perumahan SBG, RW 6 dan Kampung Bojong Kondang. Kebutuhan yang diperlukan lansia saat ini adalah sembako, kasur, obat-obatan, selimut, bantal, baju hangat, vitamin dan susu.

Tim Respon Kasus “Budhi Dharma” memberikan penguatan dan motivasi kepada korban bencana longsor, meringankan beban traumatis, membangun semangat mereka dengan bersinergi dan berkoordinasi dengan tim yang telah bergabung di Posko Bencana tanah longsor di Kabupaten Sumedang.(nor)

Categories: Berita Daerah

Leave A Reply

Your email address will not be published.

corona covid 19 cialis https://academicjournals.org/js/ckfinder/ckfinder.html https://www.e-act.nl/admin/img/0/novagra-turkiye-satis-sitesi.pdf https://catholicculture.org/userfiles/files/novagra-satin-al.pdf https://egeduyuru.ege.edu.tr/dosyalar/novagra-nedir.pdf pendik escort
Pripos.id