Menurutnya, kolaborasi antara Fakultas Syari’ah dan LPI3M menjadi wujud integrasi keilmuan yang menyatukan dimensi sains dan iman, observasi dan ibadah, serta teori dan praktik. Observatorium Albiruni dan Masjid Al-Asy’ari, lanjutnya, menjadi simbol bahwa ilmu falak tidak hanya berbicara tentang perhitungan astronomi, tetapi juga jalan menuju ketundukan kepada Allah SWT.
“Melalui samagaha ini, kami ingin menanamkan bahwa setiap fenomena alam adalah ruang untuk bertadabur. Sains menghadirkan kekaguman, iman menghadirkan ketundukan. Ketika keduanya berjalan bersama, lahirlah insan yang cerdas sekaligus berkesadaran spiritual,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syari’ah Unisba, Dr. N Eva Fauziah, Dra., M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Ilmu Falak yang terintegrasi dengan praktik ibadah. Observatorium Albiruni, menurutnya, menjadi laboratorium pembelajaran sekaligus sarana literasi publik.


