Sekjen KBMI : Tidak Ada Bukti Yang Menunjukkan Bahwa Perusahaan Atau Member Melapor Untuk PKPU

JAKARTA, PRIPOS.ID (20/11/2020) – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan untuk mendengar saksi dari member MeMiles, pada Kamis (19/11). Kuasa Hukum PT Kam and Kam, Tito Hananta Kusuma, menginginkan permohonan yang diajukan oleh member ditolak.

“Pada intinya kami hari ini sidang PKPU, ini adalah permohonan yang ke-6 yang sebelumnya ada 4 permohonan yang diajukan oleh member-member tertentu dan sudah ditolak oleh Pengadilan Niaga dan kami memohon, untuk permohonan ini juga ditolak karena ini kepastian hukum 4 permohonan sudah ditolak maka 3 permohonan selanjutnya harusnya juga ditolak untuk kasus yang sama harusnya juga kepastiannya sama itu poin yang kami tekankan,” kata Tito Hananta kepada awak media.

Tito juga mengimbau kepada pihak yang mencoba mempengaruhi majelis hakim untuk menghentikan upayanya. Tito mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan hal itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Yang kedua, mengimbau apabila ada oknum-oknum tertentu yang mencoba mempengaruhi majelis hakim dalam perkara ini dengan janji tertentu yang melawan hukum, maka kami ingatkan untuk menghentikan upayanya karena kami sudah melaporkan hal ini dengan KPK agar proses persidangan ini benar-benar fair, dan kami yakin majelis hakim tidak akan tergoda oleh upaya-upaya tersebut karena kita berpegang pada aturan hukum dimana 4 kasus sebelumnya sudah ditolak maka kami mohon 3 permohonan ini juga ditolak” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Keluarga Besar MeMiles Indonesia (KBMI), Andi Muhammad Rifaldy mengatakan bahwa Sidang PKPU sangat rancu.

“Kami melihat Sidang PKPU ini, sangat rancu karena dari berbagai komunitas atau member-member mengatakan tidak pernah merasakan menuntut PKPU tapi ada beberapa namanya terdaftar didalam pengajuan PKPU ini, maka menjadi pertanyakan pula ke lawyer-nya bahwa ada 2.000 nama, masa dari sekian 2.000 nama tidak ada satu pun dihadirkan sebagai saksi maka menjadi tanda tanya besar dan ini merupakan aneh dan para member merasa dirugikan dengan nama-nama ini untuk pengajuan pengadilan PKPU ini,” kata Andi.

Andi optimis bahwa kasus ini akan ditolak. Menurutnya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa perusahaan atau member melapor untuk PKPU. Ko

“Kami sangat optimis dan paham hukum pasti ditolak kasus ini, dari sekian banyak pasal semua tidak ada terbukti tentang kesalahan perusahaan ataupun member melapor untuk PKPU dan satu lagi kami memfasilitasi pihak perusahaan dan member untuk mempunyai hak juga mencoret nama-nama yang digunakan di PKPU untuk tidak lagi berhak mendapatkan hadiah–hadiah yang dijanjikan dan ingin diberikan oleh perusahaan,” tandas andi.

Sedangkan Ketua Umum KBMI, Fransiska, memohon agar tidak lagi mengganggu kegiatan customer MeMiles dan perusahaannya dengan laporan-laporan seperti ini.

“Kalau kami selalu dikecohkan dengan hal-hal seperti ini, jelas akan merugikan kami. Perlu diketahui bahwa kami sangat menghargai owner yang mau membuka kembali aplikasi ini,” pungkasnya.

Categories: Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id