Siswa Indonesia Raih Medali Emas pada Ajang 21st International High Schools Arts Festival

JAKARTA, PRIPOS.ID (07/08/2020) – Perhelatan 21st International High Schools Arts Festival (IHSAF) dilaksanakan dari tanggal 5 s.d. 16 Agustus 2020 di Tokyo, Jepang yang diselenggarakan oleh International Foundation for Arts and Culture (IFAC). Nila Eleora Putri Sianturi yang mewakili Indonesia pada ajang tersebut mendapatkan penghargaan medali emas yang diumumkan langsung oleh Haruhisa Handa, Ketua IFAC.

Festival yang diselenggarakan oleh pihak IFAC ini diikuti oleh 18 negara untuk kategori poster dan lukisan. Selain kategori tersebut, terdapat kategori seni dan budaya Jepang. Pada kategori poster dan lukisan, setiap negara mengirim maksimal empat nominasi karya terbaik kepada IFAC untuk kemudian dipilih satu pemenang dari setiap negara untuk hadir pada acara penganugerahan pemenang.

Peserta yang mengikuti kompetisi IHSAF harus melewati proses seleksi dari negara masing-masing. Nila Eleora Putri Sianturi dari SMAN 68 Jakarta yang terpilih untuk mewakili Indonesia pada ajang IHSAF tahun ini adalah peraih medali emas pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung pada bidang poster kategori putri.

Sebelum bulan Agustus 2020, seluruh peserta dari setiap negara harus terlebih dahulu mengirimkan desain karya seninya dalam bentuk artwork asli dan softcopy ke panitia penyelenggara. Selanjutnya panitia melakukan proses penilaian dan kurasi karya seni dari seluruh peserta yang masuk.

Mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pihak panitia menyelenggarakan acara pembukaan sekaligus penganugerahan karya seni melalui live streaming YouTube pada tanggal 5 Agustus 2020 pukul 11.00 s.d. 14.00 waktu Jepang melalui YouTube dan laman http://www.ihsaf.net. Setelah acara penganugerahaan penghargaan, seluruh karya seni dipamerkan melalui ajang eksibisi pameran IHSAF sampai dengan tanggal 16 Agustus 2020 di Tokyo, Jepang.

Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Kemendikbud, Asep Sukmayadi, menyampaikan bahwa Indonesia merasa terhormat dapat mengikuti ajang festival internasional. “Selain di bidang sains, kita harus mengembangkan bidang lainnya seperti seni budaya dan olahraga sesuai dengan prinsip olah pikir, olah rasa, olah hati dan olahraga,” ungkap Asep di Jakarta, pada Rabu (5/8).

Kegiatan IHSAF, lanjut Asep, harus dipandang bukan hanya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan persahabatan, memperluas jaringan, melainkan juga untuk memajukan kerja sama global dalam pembangunan pendidikan, seni dan budaya dunia yang berkualitas dan berkelanjutan.

Meraih penghargaan di ajang internasional, Nila meluapkan rasa bangganya. “Saya sangat bangga bisa mewakili Indonesia dalam Festival ini, apalagi ajang ini diikuti oleh berbagai negara dari beberapa benua. Walaupun kita masih dalam masa pandemi Covid-19, tetapi saya sangat senang masih bisa memiliki kesempatan untuk berprestasi dari rumah dan bisa membawa nama sekolah dan provinsi saya, apalagi mewakili Indonesia” ujar Nila.

Acara puncak yang dinantikan adalah pemberian penghargaan medali untuk para pemenang. Masing-masing pemenang dari berbagai negara memberikan pidato selama kurang lebih satu menit untuk menjelaskan makna dari karya mereka. Karya poster Nila menyerukan tema “Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lama Tidur di Jalan” (Don’t Let Them Lay on the Streets for Too Long). Tema ini memberikan makna bahwa masalah terbesar di masyarakat adalah anak jalanan, anak-anak miskin dan tidak memiliki rumah serta hidup di jalanan.

“Mereka harus mengemis, mengamen, bekerja, atau mencuri untuk bertahan hidup. Banyak anak jalanan yang tidak dapat menerima pendidikan yang layak karena keadaan ekonomi yang buruk. Bahkan, mereka sering menjadi korban pelecehan dan eksploitasi. Hingga yang tertindas terlindas. Itulah yang saya pikirkan ketika membuat konsep poster ini,” jelas Nila.

Anak jalanan, kata Nila, memerlukan perhatian bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari semua pihak. Mereka membutuhkan simpati dan berhak mendapatkannya tetapi banyak orang yang masih tidak peduli dan mengabaikan mereka. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat lebih peduli terhadap anak jalanan dan masa depan mereka.(dwiki)

Categories: Iptekni

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id