“Kami juga memperluas jaringan kerja sama dengan pemerintah daerah di Jepang, seperti Prefektur Miyagi, dan berharap ini dapat diterapkan di prefektur lainnya,” tambah Anwar.
Kemnaker juga telah mendirikan Pusat Pasar Kerja untuk mengoordinasikan permintaan dan penawaran tenaga kerja. “Ini adalah bagian dari visi kita menuju Indonesia Emas 2045, dengan SDM yang berdaya saing dan produktif,” jelas Anwar.
Acara Business Meeting Jepang ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral dan membuka lebih banyak peluang bagi pekerja migran Indonesia di pasar internasional. Biro Humas Kemnaker.(ask)
