Tahun 2020, Laboratorium BBUSKP Menargetkan Mendapatkan Akreditasi ISTA Untuk Mendukung Akselarasi Ekspor Indonesia

Jakarta, Pripos.id (15/01/2020) – Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) Jakarta sesuai dengan ketentuan pada Persyaratan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi SNI ISO/IEC 17025 : 2017 khususnya pada klausul 7.7 tentang Memastikan Keabsahan Hasil, salah satu kegiatan untuk menjamin mutu hasil pengujian adalah dengan berpartisipasi dalam kegiatan uji profisiensi. Kegiatan uji profisiensi ini dilaksanakan oleh laboratorium Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP) yang telah terakreditasi ISO/IEC 17043 : 2010.

Saat ditemuin Pripos.id, pada Rabu, 15/01/2020, Kepala BBUSKP Jakarta, drh. Sriyanto, M.Si., P. hD. dikantornya dibilangan Rawamangun, Jakarta Timur menyampaikan, “Untuk kegiatan keikutsertaan uji profisiensi, BBUSKP selalu berpartisipasi baik yang diselenggarakan laboratorium di dalam negeri maupun laboratorium PUP yang di luar negeri,” kata Pa Sri, sapaan akrabnya dikalangan jurnalis.

“Adapun manfaat BBUSKP dalam partisipasinya dalam mengikutu uji profisiensi ini terutama yang berskala internasional ini adalah untuk membuka kesempatan dab untuk membuktikan kompetensi laboratorium BBUSKP melakukan dalam melakukan pengujian tertentu kepada dunia internasional,”ujar Pa Sri.

Pa Sri lebih lanjut menjelaskan, Adapun beberapa hasil partisipasi uji profisiensi internasional yang diikuti BBUSKP dalam kurun waktu 2015 s/d 2019 adalah :

1. Pengujian Residu Pestisida pada biji kedelai pada bulan Juni 2015, yang diselenggarakan oleh BIPEA yang berpusat di Perancis, hasil uji laboratorium BBUSKP dikategorikan MEMUASKAN untuk pengujian sampel kedelai dengan target uji Metalaxyl.

2. Pengujian Residu Pestisida pada Herb (mint) puree pada bulan Agustus – September 2016 yang diselenggarakan oleh FAPAS yang berpusat di Inggris dengan hasil uji memuaskan untuk target uji Diazinon dan Penconazole.

3. Pengujian penyakit Dourine pada Kuda yang diselenggarakan oleh ANSES EU Reference yang berpusat di Perancis pada tahun 2018 dengan hasil memuaskan.

4. Pengujian Aphelencoides besseyi pada benih padi yang diselenggarakan oleh ISTA yang berpusat di Switzerland pada bulan September 2018, dengan hasil uji B atau kategori baik yang membuktikan kompetensi lab BBUSKP terhadap pengujian target ini setara/sepadan dengan peserta laboratorium internasional lainnya.

5. Pengujian Aflatoksin pada Kacang Tanah pada bulan September November 2019 yang diselenggarakan oleh FAPAS dengan hasil memuaskan untuk Aflatoksin Total, Aflatoksi B1, Aflatoksin B2, Aflatoksin G1, dan Aflatoksin G2.
Pengujian mikrobiologi pangan Salmonella sp pada tahun 2019 yang diselenggrakan oleh APEC yang berpusat di China dengan hasil memuaskan.

“Dengan hasil-hasil capaian uji profisiensi Internasional tersebut, di tahun 2020, BBUSKP menargetkan mendapatkan pengakuan akreditasi laboratorium secara internasional khususnya dari Internasional Seed Test Association (ISTA) untuk ruang lingkup uji deteksi nematoda Aphelencoides besseyi pada benih padi. BBUSKP Jakarta juga punya rencana untuk meningkatkan frekuensi keikutsertaan dalam uji profisiensi internasional dengan lebih banyak jenis pengujian dan selain itu sebagai tindak lanjut dari keikutsertaan BBUSKP dalam uji profisiensi yang diselenggarakan oleh ISTA, BBUSKP akan mengusulkan penguatan kompetensi personel BBUSKP untuk persiapan akreditasi ISTA melalui keikutsertaan dalam Workshop on Quality Assurance and ISTA Accreditation dan Workshop Seed Healt Methods to detect fungi, bacteria and viruses pada tahun 2020,”pungkas Pa Sri.(nor)

Categories: Berita Nasional

Pripos.id