Teknik Industri Unisba Laksanakan PKM P3UDM di Desa Tanggulun

KAB GARUT, PRIPOS.ID (6/04/2021) – Sebagai wujud pelaksanaan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat (PKM), Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Unisba menyelenggarakan Program Pengembangan Produk Unggulan Desa Mitra (P3UDM). Program ini merupakan hibah dari Lembaga Penelitian dan Kepada Masyarakat (LPPM) Unisba, dengan tema “Pengembangan budi daya ikan air tawar”  Rabu (31/03/2021) di Desa Tanggulun Kecamatan Kadungora Garut.

Kegiatan ini diikuti  sekira 37 warga masyarakat Desa Tanggulun. Tim PKM terdiri atas dosen, yaitu Dr. Nugraha, Dewi Shofi, Iyan Bachtiar,  Ajrina Febri Suahati, Dr. Aviasti, Reni Amaranti,  dan beberapa orang mahasiswa. Dewi Shofi  sebagai Ketua Tim PKM menjelaskan bahwa kegiatan ini
dilaksanakan untuk memberikan wawasan dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam budidaya ikan dengan tujuan mendapatkan sertifikasi budidaya ikan yang baik sehingga nilai jual ikan yang dihasilkan bisa meningkat.

“Dalam kegiatan ini, kami dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat dan praktisi budidaya ikan bersertifikat memberikan pemaparan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat Desa Tanggulun pembudidaya ikan agar usaha budidaya ikannya dapat berkembang dan tersertifikasi” ujarnya.

Dalam sambutannya Kepala Desa Tanggulun, Jamjam, menyampaikan rasa terimakasihnya atas pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut dan menjelaskan bahwa budidaya ikan menjadi salah satu program desa tahun 2021-2022. Ada sejumlah dana desa yang dialokasikan untuk pengembangan potensi desa dalam budidaya ikan,  terutama ikan Nila.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Dr Erlina Dalisaputra, menyampaikan berbagai program yang dilakukan pemerintah Provinsi untuk meningkatan hasil perikanan Jawa Barat. Diantaranya adalah pembudidaya Ikan Milenial dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), yaitu proses pemeliharaan ikan dengan menjaga kualitas ikan sehingga  memberikan hasil panen yang layak untuk dikonsumsi, bebas dari kontaminasi bahan kimia dan biologi. Dengan
menerapkan CBIB pada kegiatan budidaya, proses pemeliharaan ikan menjadi lebih efektif, efisien, memperkecil risiko kegagalan, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta tidak berbahaya bagi lingkungan.

Erlina juga menjelaskan dengan rinci mengenai tahapan yang harus dilakukan pembudidaya ikan apabila ingin mendapatkan CBIB. Dari sisipraktisi, pada kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Bungapadma Fish yaitu Hanhan Prananda dan Abdul Rivai. Keduanya memberikan paparan mengenai bagaimana cara mempersiapkan kolam, memperhitungkan jumlah bibit ikan yang dipelihara di sebuah kolam, hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberikan pakan pada ikan, hingga penjelasan mengenai jalur-jalur pemasaran ikan hasil panen.

Keduanya juga menekankan bahwa budidaya ikan, terutama ikan Nila, sangat cocok untuk Desa Tanggulun akan tetapi harus dilakukan secara berkelompok agar usaha dapat berkembang lebih cepat.

Kegiatan ini kemudian akan ditindaklanjuti dengan pembentukan kelompok pembudidaya ikan di Desa Tanggulun, pendampingan pembuatan proposal usaha, dan manajemen usaha sebagai salah satu keahlian dari tim PKM yang berlatarbelakang pendidikan Teknik Industri. Hal ini akan bermanfaat untuk pengembangan usaha budidaya ikan hingga bisa menjadi salah satu unggulan Desa.

Selain itu, Kepala Desa Tanggulun juga berkomitmen akan serius dalam mengembangkan potensi Desa
Tanggulun dalam budidaya ikan, terutama ikan Nila.(dwiki/png)

Categories: Berita Daerah,Ekonomi dan Bisnis,Iptekni

Leave A Reply

Your email address will not be published.