Sampah 600 Kilogram per Hari Jadi Tantangan
Di tengah pembangunan sarana air bersih, persoalan lingkungan berupa pengelolaan sampah juga menjadi perhatian di Desa Cileunyi Wetan. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, volume sampah yang berasal dari lima RW mencapai sekitar 600 kilogram per hari.
Tingginya timbulan sampah tersebut belum sepenuhnya diikuti sistem pengelolaan yang efektif. Kondisi itu menyebabkan sampah masih mengalami penumpukan di kawasan TPS3R maupun lingkungan sekitar.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Telkom University melalui SDGs Center mengembangkan program Waste Management dengan mengangkat kearifan lokal Sunda “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh.” Program ini menggunakan pendekatan Design Thinking dan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap prosesnya.
Konsep Silih Asih diwujudkan dengan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Sementara Silih Asah diarahkan pada edukasi dan peningkatan kemampuan warga dalam mengelola sampah. Adapun Silih Asuh diterapkan melalui pengembangan sistem pengelolaan yang mengedepankan semangat saling menjaga dan keberlanjutan.
Tahapan program dimulai dengan observasi dan wawancara guna memperoleh gambaran mengenai kondisi serta kebutuhan masyarakat. Informasi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi dan workshop untuk mengidentifikasi masalah sekaligus menyusun solusi yang tepat.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dilibatkan sejak proses perancangan hingga pengoperasian sistem pengelolaan sampah. Dosen dan mahasiswa Telkom University bertindak sebagai fasilitator, sedangkan perangkat desa mendukung agar program dapat terhubung dengan agenda pembangunan desa.
Program tersebut dilaksanakan selama enam bulan melalui sejumlah tahapan. Prosesnya mencakup pemetaan dan penguatan empati, sintesis masalah dan pengembangan ide, pembangunan serta uji coba purwarupa, hingga refleksi terhadap pelaksanaan program.
Selain menyasar persoalan sampah, program ini juga mendukung pencapaian SDG 11, SDG 12, dan SDG 17. Dukungan tersebut dilakukan melalui penguatan pengelolaan lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pembangunan kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Saat ini, pelaksanaan program telah memasuki tahap akhir pembangunan TPS3R. Sebelumnya, kegiatan sosialisasi telah dilakukan dan memperoleh sambutan positif dari masyarakat Desa Cileunyi Wetan.
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar sistem pengelolaan sampah dapat terus berjalan dan memberikan manfaat setelah seluruh rangkaian program selesai.
Telkom University bersama para pemangku kepentingan berharap sistem pengelolaan sampah di Cileunyi Wetan dapat berjalan secara efektif, mandiri, dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif bagi pengelolaan lingkungan di kawasan Bandung Raya.(askur/nmn)***



