Tingkatkan Keterampilan Problem Solving PDI Melalui Terapi

AMBON, PRIPOS.ID (8/11/2019) – Dinas Sosial Provinsi Maluku bekerjasama dengan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPDI) “Nipotowe” Palu mengadakan pelatihan tentang rehabilitasi sosial anak dengan disabilitas intelektual, yang diselenggarakan di Kota Ambon tanggal 1-10 November 2019. Peserta pelatihan adalah anak dengan disabilitas intelektual sebanyak 15 orang, pendamping dan orang tua. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Dinas Sosial Provinsi Maluku untuk memberdayakan penyandang disabilitas intelektual sekaligus mendorong pendamping untuk semangat melayani dan memahami mereka yang mengalami disabilitas intelektual.

Salah satu materi yang dibawakan oleh BRSPDI “Nipotowe” Palu pada pelatihan tersebut adalah materi problem solving. Materi ini dipandang perlu karena dalam kehidupan sehari-hari, penyandang disabilitas intelektual sering kali mengalami keterbatasan dalam melaksanakan kegiatan sehingga mempengaruhi emosi dan perilaku adaptif penyandang disabilitas intelektual. Oleh karena itu, melalui kegiatan terapi psikososial dan okupasi yang dikemas dalam bentuk permainan, penerima manfaat dilatih untuk memiliki kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving). 

Penerima manfaat secara berkelompok diminta untuk melewati tantangan lingkaran hula hoop yang disimbolkan sebagai lingkaran api tanpa menyentuh dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Berbagai cara dilakukan penerima manfaat untuk menyelesaikan permainan tersebut, meski gagal berulangkali tapi mereka tidak menyerah berhenti mencoba sampai mereka berhasil. Wajah-wajah sumringah dan ekspresi kebahagian terpancar ketika mereka berhasil menyelesaikan tantangan. Bahkan permainan tersebut mendorong kerjasama diantara penerima manfaat agar temannya yang lain berhasil melewati tantangan. Mereka tidak segan-segan membantu dan rela berkorban.

Selain permainan ring api, Penerima manfaat juga mendapatkan tantangan memindahkan bola dengan lutut. Dengan semangat mereka saling support menyelesaikan tantangan. 

Pada kegiatan tersebut, latihan relaksasi juga diberikan sebagai salah satu teknik dalam mengatasi masalah emosional penyandang disabilitas intelektual. Penerima manfaat dilatih untuk kosentrasi, latihan olah nafas, dan latiham meditasi. Kegiatan ini sangat menyenangkan bagi penerima manfaat apalagi dilakukan di tepi pantai dibawah pohon-pohon yang rindang, yang memberikan kesejukan dan berdamai dengan alam. 
Hasilnya, penerima manfaat semakin bersemangat mengikuti  kegiatan. Bahkan pada saat setelah makan siang, penerima manfaat semangat menyelesaikan keterampilan penghidupan berupa keset kaki yang telah dimulai di hari sebelumnya. Salah satu penerima manfaat yang bernama devi malah izin agar bisa melanjutkan keterampilan tersebut di rumah. (putri d/ask)

Categories: Berita Daerah

Pripos.id