“The Bridge of Nation mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja sama. Melalui dialog dan komunikasi yang baik, berbagai pihak dapat menemukan titik temu demi terciptanya perdamaian dan kemajuan bersama. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan perspektif global sekaligus meningkatkan kemampuan diplomasi mahasiswa sebagai calon praktisi komunikasi di masa depan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tugas akhir perkuliahan, The Bridge of Nation menjadi simbol komitmen mahasiswa Fikom Unisba dalam membangun pemahaman mengenai pentingnya diplomasi, kolaborasi internasional, dan perdamaian dunia. Kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana komunikasi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai bangsa untuk mencapai tujuan bersama.
Melalui penyelenggaraan The Bridge of Nation, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan wawasan global, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta memahami pentingnya dialog sebagai fondasi utama dalam menciptakan hubungan internasional yang damai dan berkelanjutan.(askur/png)***


