Tim Direktorat dan Balai Lansia “Budhi Dharma” Bekasi Kordinasikan Hasil Cek Lapangan DTKS

BEKASI, JAWA BARAT, PRIPOS.ID (18/01/2021) – Bertempat di Aula Balai Lansia Budhi Dharma Bekasi, Kementerian Sosial melalui Direktorat dan Balai Lanjut Usia Budhi Dharma Bekasi lakukan koordinasi hasil cek lapangan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah dilaksanakan selama dua hari sebelumnya dengan komando langsung dari Direktur Rehabilitasi Lanjut Usia (RSLU) Kementerian Sosial, Andi Hanindito.

Rapat koordinasi ini secara langsung diikuti oleh pegawai dilingkungan direktorat dan balai lansia Budhi dahrama Bekasi dan secara daring diikuti oleh pegawai dari Balai Lansia “Gau Mabaji” Makassar dan Loka Lansia “Minaula” Kendari.

Dalam rapat koordinasi Andi Hanindito menyampaikan bahwa untuk Kota Bekasi yang terdiri 12 kecamatan agar dapat dilaporkan perkiraan prosentase hasil perbaikan DTKS dan berbagai hambatan atau masalah yang dihadapi di lapangan.

”Perlu saya sampaikan juga bahwa Balai Gau Mabaji dan Loka Minaula juga telah melaksanakan tugas yang sama sesuai dengan Wilayah jangkauannya masing-masing.” Ungkap Andi

“Termasuk berbagai tantangan dalam penanganan lanjut usia harus dilakukan dengan cepat terutama dalam merespon dampak bencana bagi lanjut usia, harus diberikan penanganan atau perlakuan khusus, karena lansia tidak bisa disamakan dengan orang dewasa, seperti dalam hal permakanan beda dengan orang dewasa lainnya.” Ujar Andi

“Tenda atau posko bencana di lokasi disiapkan oleh Direktorat Bencana, teapi kita harus merespon dengan segera kebutuhan lanjut usia terdampak bencana, dan untuk Balai/Loka agar mendirikan _Shelter_Lapangan yang beroperasi 24 jam dan dijaga bergantian untuk merespon berbagai kejadian terkait lanjut usia, termasuk merespon data lanjut usia baik yang terdampak bencana maupun kejadian lainnya .” Tambah Andi.

Selanjut terkait hasil dari cek lapangan DTKS di Kota Bekasi dari 12 kecamatan diperkirakan baru mencapai 2 % dari total Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah tersebut memang masih jauh dari target, karena berbagai hambatan baik dari aplikasi yang digunakan maupun hambatan di lapangan.

Aplikasi Perbaikan Data yang disiapkan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos RI, terbilang baru karena itu masih dilakukan update hingga kini.
Dikeluhkan sejumlah Petugas lapangan baik dari Direktorat, Balai, maupun dari TKSK dan PSM yang langsung menggunakan aplikasi ini mengalami kesulitan jika jaringan sulit, daftar menu nama KPM tidak terstruktur setiap RT, menu status dan keterangan kurang lengkap, serta saat pengambilan foto atas nama KPM tidak ditempat sehingga terpaksa diwakili foto istri/keluarganya.

Terkait masalah data dilapangan juga masih banyak ditemui, diantaranya masih banyak orang mampu/kaya masuk dalam DTKS, ketidak sesuaian DTKS dengan Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), adanya penerima double bantuan, Penerima undangan BST tidak dapat mencarikan bantuan karena tidak terdaftar DTKS, pindah alamat tidak terlaporkan, dan sejumlah masalah lainnya yang dihadapi petugas lapangan.

”Untuk selanjutnya karena Surat Pemberitahuan Perbaikan data dari Kemensos sudah ditujukan ke Wali Kota Bekasi dan tembusan ke Dinas Sosial Kota Bekasi, Seluruh Kecamatan dan Kelurahan serta kota Bekasi, maka diharapkan semua pihak baik petugas lapangan, aparat pemerintahan dan jajarannya hingga tingkat RT/RW dapat menjalin komunikasi dan kerjasama yang lebih baik, agar kita semua dapat membenahi data KPM dan Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan baik, sehingga ke depannya bantuan betul-betul tepat sasaran.” Pungkas Andi. (nor)

Categories: Berita Daerah

Leave A Reply

Your email address will not be published.