Melihat kondisi tersebut, tim PKM FK Unisba berupaya memberikan solusi melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jantung dan pencegahan kegawatan kardiovaskular. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa sosialisasi kesehatan dan pencegahan kegawatan jantung yang dilaksanakan pada 23 Juni 2025. Tahap kedua dilanjutkan pada 12 September 2025 melalui kegiatan skrining kesehatan bagi warga, meliputi pemeriksaan tekanan darah, indeks massa tubuh (BMI), usia, kadar glukosa, asam urat, dan kolesterol.
Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif dan univariat, kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil skrining menunjukkan bahwa peserta terbanyak adalah perempuan (70,69 persen), dengan kelompok usia dominan dewasa madya atau pertengahan (40–59 tahun) sebanyak 46,55 persen. Sebagian besar peserta memiliki kadar glukosa normal (83,67 persen), kadar asam urat normal (85,71 persen), dan kadar kolesterol normal (69,39 persen). Namun demikian, mayoritas peserta menunjukkan tekanan darah yang tidak normal. Hal ini mengindikasikan adanya potensi gangguan kardiometabolik meskipun kadar biokimia darah masih berada dalam batas normal.
