Sementara itu Kepala Desa Kertawangi, Yanto Bin Surya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Unisba dan Pemerintah Desa Kertawangi. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok TP PKK dan masyarakat desa dalam mengembangkan produk unggulan yang memiliki nilai tambah serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ketua kegiatan, apt. Farendina Suarantika, M.S.Farm., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak tersedia di Indonesia. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, minyak atsiri juga memiliki beragam potensi pemanfaatan dalam bidang kesehatan, kosmetik, aromaterapi, hingga industri pangan dan produk rumah tangga.
Potensi Bisnis Minyak Atsiri
Materi pertama disampaikan Dr. apt. Dadang Juanda, M.Si., yang mengulas secara komprehensif mengenai potensi industri minyak atsiri di Indonesia. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak atsiri terbesar di dunia dengan berbagai komoditas unggulan seperti minyak nilam (patchouli oil), minyak peppermint, dan minyak serai. Peserta diberikan pemahaman mengenai proses produksi minyak atsiri mulai dari pemilihan bahan baku, metode isolasi, teknik destilasi, hingga berbagai produk turunan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. Pada sesi ini juga dilakukan demonstrasi penggunaan alat destilasi minyak serai sehingga peserta dapat memahami secara langsung proses ekstraksi minyak atsiri dari tanaman.


