Tingkatkan Kapasitas, Pimpinan dan Anggota DPRD Jabar Ikuti Orientasi di BPSDM Kemendagri

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID (8/11/2019) – Sebagai upaya peningkatan kompetensi, profesionalitas, dan integritas, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024 mengikuti Orientasi Anggota DPRD yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

Kegiatan orientasi tersebut dilakukan sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 133 Tahun 2017 tentang Orientasi dan Pendalaman Tugas Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota bahwa orientasi dilakukan 1 (satu) kali pada awal masa jabatan. Sehingga kegiatan tersebut, memiliki makna penting dan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh anggota DPRD sebelum memulai tugas sebagai wakil rakyat. Serta diharapkan dapat mendorong efektifitas, produktifitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi kegiatan orientasi yang diselenggarakan Kemendagri RI. Menurutnya, melalui kegiatan orientasi ini, pihaknya mendapatkan banyak ilmu-ilmu baru dan melahirkan semangat nasionalisme pada setiap Anggota DPRD.

“Bahwa intinya anggota DPRD hadir dan bertugas mensejahterakan masyarakat serta mendorong program-program yang dapat membuat masyarakat nyaman, serta melakukan pembelaan kepada aspirasi masyarakat,” ucapnya usai mengikuti acara penutupan Orientasi Anggota DPRD Angkatan IX dan X di Gedung BPSDM Kalibata, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Ia menambahkan, dalam kesempatan tersebut dirinya bersama rekan sesama anggota DPRD mendapatkan materi tentang perundang-undangan, bagaimana DPRD menyusun anggaran, melakukan pengawasan serta bagaimana DPRD memperjuangkan aspirasi-aspirasi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Banyak teori-teori terkait pola hubungan antara DPRD dengan pemerintah daerah, di mana DPRD sebagai pembuat kebijakan bersama kepala daerah secara kolektif kolegial bertujuan mensejahterakan masyarakat,” katanya. Ia berharap, dari orientasi tersebut materi-materi yang disampaikan para narasumber dapat diterapkan para anggota DPRD, khususnya di Jawa Barat.

“Semoga ilmu yang disampaikan ini dapat diaplikasikan, khususnya oleh para Anggota DPRD Jabar sehingga apa yang menjadi tujuan orientasi ini dapat bermanfaat,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Barat Hasbullah Rahmat menyatakan bahwa kegiatan orientasi tersebut sangat penting sebagai modal bagi anggota DPRD sebelum menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Di samping itu menurutnya, kegiatan orientasi ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran kedisiplinan untuk setiap anggota DPRD agar bertanggungjawab terhadap tugas dan fungsinya.

“Kita berharap semangat rekan-rekan anggota DPRD yang telah melaksanakan orientasi ini dapat lebih bertanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat,” katanya. Lebih lanjut menambahkan, dari hasil orientasi ini dapat menjadi motivasi dan pemahaman terkait kedisiplinan anggota DPRD.

Salah satu permasalahan kedisplinan menurut Hasbullah yaitu masalah kehadiran anggota DPRD pada saat rapat paripurna, yang harus menjadi perhatian bersama. “Saya tekankan betul menjaga marwah DPRD Provinsi Jawa Barat adalah tanggungjawab kita bersama, tidak hanya tanggungjawab Badan Kehormatan,”ujarnya.

“Kita berharap ke depan tidak ada satu pun rapat paripurna di DPRD Provinsi Jawa Barat yang diskors hanya karena tidak korum. Bahwa kita bertekad tidak ada keputusan publik yang tertunda, hanya karena tidak korumnya rapat paripurna,” katanya. (humasdprdjabar/ask)

Categories: Berita Parlemen

Pripos.id