Menurut tim pelaksana, alumni Unisba memiliki potensi besar sebagai generasi digital native yang akrab dengan teknologi. Namun, kemampuan digital tersebut sering kali belum mampu dikonversi menjadi aktivitas ekonomi yang produktif. Banyak lulusan yang tertarik merintis bisnis online, tetapi masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari pemasaran digital hingga pengelolaan operasional usaha yang semakin kompleks seiring bertambahnya pesanan dan kanal penjualan. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia e-commerce, strategi pemasaran digital, serta penggunaan perangkat lunak omnichannel untuk mengelola berbagai marketplace secara terintegrasi. Kegiatan diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas alumni dan mahasiswa tingkat akhir.
Pelatihan berlangsung dalam dua sesi utama, yaitu sesi pembekalan materi mengenai AI Agent for E-Commerce and Omnichannel Software yang dilaksanakan di Laboratorium Teknopreneur Teknik Industri, serta sesi praktik langsung penggunaan sistem omnichannel dan AI yang berlangsung di Laboratorium Sistem Informasi dan Keputusan (LSIK). Dari hasil pelatihan, para peserta berhasil membangun portofolio sistem terintegrasi berupa akun omnichannel yang menghubungkan beberapa toko daring simulasi dari berbagai marketplace, seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, ke dalam satu dashboard manajemen terpadu.


