“Unisba lahir di masyarakat itu menjadi ragi, memberikan warna tersendiri, memberikan nilai tambah kepada perguruan tinggi yang dibina,” ujar Harits.
Sharing Session
Sementara itu, Rektor UAP Lampung Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., MAN, mengatakan pengalaman Unisba menjadi salah satu rujukan bagi UAP dalam melihat berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi.
UAP berdiri pada 2019 setelah merger tiga institusi. Saat ini, UAP memiliki lima fakultas, termasuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi yang masih relatif baru.
Menurut Sutrisno, kondisi tersebut membuat UAP perlu banyak belajar dari perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman lebih panjang, terutama dalam membangun tata kelola dan sistem penjaminan mutu.
“Memang karena prodi baru dan kampus kami baru, sehingganya harus banyak belajar kita ke luar,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama dengan Unisba tidak berhenti pada penandatanganan MoU dan MoA. Setelah kunjungan ini, masing-masing bidang diharapkan dapat melanjutkan komunikasi dan bertukar praktik sesuai kebutuhan, termasuk dalam bidang akademik, penjaminan mutu, kemahasiswaan, dan pengembangan institusi.


