Sementara itu, Kepala BI KPW Jawa Barat, Muhamad Nur menegaskan komitmen BI dalam memperkuat peran edukatif bank sentral melalui pengembangan sumber daya manusia dan literasi ekonomi masyarakat. Ia menilai sinergi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menjembatani dunia akademik dan praktik kebijakan.
“Dunia berubah sangat cepat, terutama dengan digitalisasi di sektor keuangan. Mahasiswa perlu memahami langsung bagaimana kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan dikelola. Karena itu, kolaborasi kampus dan Bank Indonesia menjadi sangat penting,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menjawab tantangan ekonomi masa kini. Menurutnya, kolaborasi tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi, tetapi juga dapat melibatkan psikologi, teknik, komunikasi, hingga kesehatan masyarakat.
Melalui program Edu-Open Collaboration 2026, BI Jabar menawarkan berbagai bentuk kerja sama, di antaranya program BI Mengajar, kesempatan magang dan riset bersama, kompetisi akademik, serta penguatan program beasiswa dan komunitas GenBI. Program ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan.


