Di akhir sambutan, ia mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, dalam pemaparannya menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.
Ia berbagi sejumlah kisah yang menggambarkan bahwa panggilan haji sering kali datang dengan cara yang tidak terduga. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa ibadah haji adalah panggilan langsung dari Allah SWT.
“Ibadah haji bukan semata soal kemampuan finansial tetapi lebih pada kehendak dan panggilan Allah. Karena itu, yang utama adalah niat yang ikhlas dan kepasrahan total kepadaNya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa haji tidak hanya berdimensi ritual tetapi juga memiliki nilai pembinaan karakter. Sepulang dari Tanah Suci, diharapkan para jemaah dapat menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.(askur/png)***