Pengembangan kompetensi juga dilakukan melalui berbagai program sertifikasi dan pelatihan, mulai dari sertifikasi kompetensi laboran, sertifikasi K3 dan pelayanan prima, pelatihan public speaking, pengembangan kemampuan komunikasi, literasi digital dan artificial intelligence (AI), kepemimpinan, kearsipan, hingga benchmarking ke perguruan tinggi lain.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pelatihan Gemini AI yang telah diikuti oleh 30 tenaga kependidikan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi sekaligus mendorong efisiensi dalam pelaksanaan pekerjaan administratif.
“Pengembangan tendik di Unisba tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan teknis tetapi juga mencakup pendidikan formal, sertifikasi kompetensi, dan berbagai pengembangan lainnya,” jelasnya.
Helmi menambahkan, pengembangan kompetensi ke depan perlu dilakukan secara lebih terukur. Tidak hanya melihat jumlah tendik yang mengikuti pelatihan tetapi juga memetakan kebutuhan kompetensi, perubahan setelah mengikuti pelatihan, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pelayanan universitas.


