Program Lembur Hibar merupakan wujud nyata kontribusi Unisba kepada masyarakat. Melalui konsep “hidup bahagia anti rentenir”, program ini berupaya menciptakan masyarakat desa binaan yang mandiri dan terbebas dari praktik pinjaman ilegal atau berbunga tinggi. Harits menegaskan bahwa Unisba ingin menjadi bagian dari masyarakat, menjadi ragi atau agen perubahan yang memberi nilai tambah bagi lingkungannya. Program ini tidak hanya memberikan pendampingan ekonomi tetapi juga mengedukasi masyarakat dari sisi keislaman agar memahami bahaya rentenir dan pentingnya solidaritas sosial.
Konsep pemberdayaan Lembur Hibar dibangun melalui pendekatan yang dikenal sebagai 3R, yakni ririungan (berkumpul bersama), rereongan (saling membantu), dan rerejengan (bekerja bersama). Melalui pola ini, masyarakat diajak untuk saling mendukung, berbagi solusi, dan mengembangkan sistem ekonomi berbasis gotong royong. Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya inisiatif seperti Koperasi Merah Putih yang menjadi alternatif solusi finansial bagi masyarakat agar tidak terjerat rentenir maupun pinjaman online ilegal.