Pada sesi yang dipimpinnya, forum memfasilitasi presentasi para peneliti dari berbagai institusi dan negara. Format penyajian dibuat ringkas dan dinamis—setiap pemateri memperoleh alokasi waktu presentasi disertai sesi tanya-jawab—sehingga diskusi berjalan padat, terarah, dan kaya perspektif. Di tengah cepatnya perubahan teknologi digital, pembahasan mengenai AI dan blockchain dinilai semakin relevan untuk menjawab tantangan kepercayaan (trust), transparansi rantai pasok, efisiensi proses bisnis, hingga penguatan tata kelola di sektor halal.
Partisipasi Hendrati juga tercatat mewakili jejaring akademik yang lebih luas melalui keterlibatannya bersama Research Synergy Foundation, menegaskan peran strategis akademisi Indonesia dalam menghubungkan riset dengan kebutuhan industri serta pengembangan kebijakan. Kepercayaan sebagai Chairperson pada forum internasional bukan sekadar posisi seremonial, melainkan amanah untuk menjaga mutu diskusi ilmiah—sebuah peran yang merefleksikan kompetensi, rekam jejak akademik, dan kredibilitas profesional.


