UU Sisnas Iptek untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan Indonesia

JAKARTA, PRIPOS.ID (05/07/2020) –  Pada Agustus 2019, pemerintah bersama DPR mengesahkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang dikenal dengan UU Sisnas Iptek. Kehadiran UU Sisnas Iptek diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar untuk memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia, dan penerapannya dalam teknologi dan inovasi.

Beberapa poin penting dalam UU Sisnas Iptek adalah rencana induk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), wajib simpan dan wajib serah data-data penelitian dan hasil penelitian, meningkatkan batas usia pensiun peneliti hingga 70 tahun, pembentukan dana abadi untuk penelitian pengembangan pengkajian dan penerapan (Litbangjirap), hak paten kekayaan intelektual, serta peraturan pelaksanaan Litbangjirap khususnya dalam hal SDM.

“UU Sisnas Iptek ini kita perjuangkan agar Indonesia memiliki peraturan tentang ilmu pengetahuan yang jauh lebih komprehensif. Seperti perpajangan usia pensiun peneliti, hal tersebut merupakan solusi yang tepat dari masalah yang kita miliki sebelumnya,” ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Laksana Tri Handoko, saat membuka Webinar Sosialisasi UU Sisnas Iptek “Peluang Pengembangan Iptek di Indonesia” pada Jumat (3/7).

Handoko menyebutkan bahwa peneliti LIPI akan berfokus pada peningkatan kualitas dan jumlah kekayaan intelektual, sedangkan produksi teknologi dari hasil penelitian tersebut diserahkan kepada mitra-mitra yang bekerjasama. “Dalam UU ini juga diatur mengenai hak paten. Kekayaan intelektual merupakan aset negara yang tidak kalah penting daripada produk yang dikeluarkan itu sendiri,” lanjut Handoko.

Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris, menjelaskan bahwa UU Sisnas Iptek ditujukan untuk meningkatkan SDM Iptek, yang akan dapat meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat, kualitas kemandirian, daya saing, dan peradaban bangsa, meningkatkan potensi sumber daya alam, serta meningatkan kearifan lokal dan sosial-budaya. “Kita ingin membangun SDM Iptek yang berkualitas dan semakin merespon dinamika yang terjadi,” ujar Andi.

Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya pengkajian teknologi impor untuk memastikan manfaatnya dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. “Seluruh teknologi yang masuk ke Indonesia seharusnya dikaji terlebih dahulu, apakah memang cocok untuk menyelesaikan permasalahan bangsa. Jangan seluruh teknologi diimpor dari luar akhirnya SDM kita tidak bisa maju,” ucap Andi.

Webinar Sosialisasi UU Sisnas Iptek “Peluang Pengembangan Iptek di Indonesia” bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pihak khususnya penyelenggara kegiatan Iptek mengenai kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga dapat diimplementasikan secara optimal. (sr/ed: fz/ask)

Categories: Iptekni

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id