Dalam paparannya, Hasbiansyah menjelaskan bagaimana Teori Broken Windows, yang awalnya digunakan dalam konteks sosial dan kriminologi, dapat ditafsirkan ulang untuk memahami perilaku komunikasi dan budaya organisasi di tempat kerja. Ia menekankan bahwa lingkungan kerja yang diabaikan — baik secara fisik maupun moral — dapat menimbulkan penurunan etika komunikasi dan profesionalitas.
Melalui pendekatan budaya dan komunikasi, teori ini diterapkan sebagai refleksi untuk membangun lingkungan kerja yang sehat, komunikatif, dan produktif di Indonesia. Para peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen Faculty of Leadership and Management USIM serta Program Magister Ilmu Komunikasi Unisba terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi interaktif.
Kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi peserta tentang pentingnya hubungan antara budaya, komunikasi, dan perilaku organisasi. Selain memperkaya wawasan akademik, program ini juga mempererat kerja sama antara Unisba dan USIM dalam bidang pengajaran dan penelitian lintas negara.


