Walaupun Ada Wabah Covid-19, 57 Ton Tepung Jagung Cilegon Berhasil Tembus Pasar Israel

CILEGON, BANTEN, PRIPOS.ID (27/03/2020) .- Pangsa pasar produk olahan asal berupa tepung jagung atau tepung jagung hasil industri di Cilegon berhasil tembus pasar Israel.

Selesai sebelumnya menjadi langganan 5 negara tujuan ekspor lainnya yaitu: Vietnam, Malaysia, Hongkong, Pilipina dan Thailand.

Pada pengiriman perdana kali ini, total tiga kontainer dengan berat total 57 ton Rp. 430 juta tepung jagung siap diberangkatkan menuju Israel.

“Kami telah mengeluarkan tepung jagung, ini bebas dari serangga hidup, sehingga aman untuk diekspor,” ujar Raden Cahyo, Kepala Karantina Cilegon (26/3).

Raden juga menjelaskan bahwa target pengganggu tanaman karantina (optk) serta persyaratan ekspornya masih sama dengan 5 negara sebelumnya. Israel juga mempersyaratkan keberadaan Sertifikat Phytosanitary (PC) sebagai Jaminan kesehatan bagi tepung jagung tersebut. Dengan adanya Jaminan PC maka tepung jagung tidak akan ditolak oleh negara tujuan.

Berdasarkan data otomasi sistem IQFast, ditahun 2020 ini, Karantina Pertanian Cilegon telah memfasilitasi sertifikasi ekspor produk olahan sub sektor tanaman pangan atau tepung jagung sebesar 8,9 ribu ton atau Rp. 42 miliar. Jumlah ini setara dengan 33% dari total volume ekspor ditahun 2019 yang mencapai 27 ribu ton.

Raden menjelaskan, lalu lintas produk pertanian dan turunannya tetap berjalan, ada sedikit penurunan di tengah wabah pandemi Covid19.

Ia juga menambahkan, sesuai arahan Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, seluruh layanan perkutan bagi masyarakat agar dipastikan tetap berjalan.

“Untuk itu langkah modifikasi menerima inspeksi inline, bilik disinfektasi bagi pengguna jasa yang datang ke kantor layanan atau hal lain yang dapat dilakukan sebagai upaya biosekuriti,” pungkas Raden

Categories: Ekonomi dan Bisnis,Uncategorized

Pripos.id