Wujudkan Balai Sebagai ‘Show Window’ Kemensos, Dirjen Rehsos Mandatkan Implementasi ATENSI

Jakarta, Pripos.id (24/06/2020) – Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmatu mengunjungi Balai Disabilitas “Melati” Jakarta, Balai Vokasional “Cibinong” Bogor dan Balai Napza “Galih Pakuan” Bogor. Pada kesempatan ini, Dirjen Rehsos mengemukakan peluang kebijakan dan program Rehabilitasi Sosial yang dikenal dengan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI, balai sosial perlu mengadaptasi kebijakan dan program Rehsos ini. Bisnis proses ATENSI terdiri dari layanan pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, perawatan / pengasuhan sosial dan dukungan keluarga.

Dirjen Rehsos mengajak balai-balai untuk bergerak, meningkatkan ATENSI guna kepentingan PM. “Saya mandatkan semua balai untuk melaksanakan ATENSI, agar amanat Menteri Sosial untuk mewujudkan Balai-balai Rehabilitasi Sosial sebagai _Show Window_ Kemensos terwujud,” ujar Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat lewat press rilismya yang dikirim humas Ditjen Rehsos ke redaksi Pripos.id, Rabu (24/06/2020).

Kini tugas pemerintah pusat hanya fokus mengurusi kebijakan dan peraturan. Selain itu, pemerintah pusat juga harus melakukan kampanye isu-isu sosial dari 5 klaster rehabilitasi sosial, yaitu anak-anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, korban perlindungan Napza serta korban tuna sosial dan korban perdagangan orang atas balai.

Sementara di balai-balai rehabilitasi sosial menggunakan ATENSI, yaitu layanan teknis pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, perawatan / pengasuhan sosial dan dukungan keluarga.

Contohnya di Balai Disabilitas “Melati” Jakarta yang menjalankan ATENSI terdiri dari terapi. Terapi yang diberikan mengandung keahlian berwirausaha, memproduksi barang-barang bernilai ekonomi.

Dirjen Rehsos melihat langsung PM yang sedang dilatih keterampilan menjahit, las, pertukangan kayu dan gerabah. Penampilan Manfaat (PM) mampu mandiri dan bisa bekerja atau berwirausaha.

“Saya membahas di beberapa instalasi produksi. Adik-adik kita ini tidak hanya fisik, hanya bisa berbicara dan berkomunikasi saja. Maka sangat memungkinkan mereka mendapatkan layanan penghidupan seperti keterampilan,” kata Dirjen Rehsos.

Begitu juga ATENSI terdiri dari perawatan / pengasuhan sosial. “Dapatkan seluruh pegawai balai harus dapat berbicara tentang isyarat, karena ini akan membahas dengan perawatan dan asuhan sosial setiap PM,” kata Dirjen Rehsos saat ikut mempraktekkan isyarat bahasa di ruang menerima.

Yang lainnya di Balai Besar “Cibinong” Bogor yang merupakan balai bagi penyandang disabilitas fisik. Diperoleh 7 keterampilan yang diberikan, yaitu _hubungi pusat, _ kerajinan, komputer, desain grafis, elektro, pekerjaan Logam dan otomotif.

Saat ini Balai Besar Vokasional “Cibinong” Bogor telah bekerja sama dengan perusahaan perbankan dalam hal penyediaan sumber daya manusia untuk posisi _Contact Center._ Perusahaan ini bernama Bank Mandiri, Bank Permata, Bank Indonesia, BRI, BCA, dan _Astra Finance._

Dirjen Rehsos mengarahkan untuk membahas kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Jadi fungsi dari balai vokasional yang berfokus pada keterampilan pada bidang layanan yang diberikan.

Selain itu, Dirjen Rehsos juga terkesan dengan keterampilan desain grafis di Balai Besar Vokasional “Cibinong” Bogor. “Ini hasil desain PM yang layak profesionalnya. Maka perlu dukungan prasarana yang mumpuni,” ungkapnya.

Dirjen Rehsos ingin kampanye tentang disabilitas diformat oleh PM di Balai Besar Vokasional “Cibinong” Bogor dalam bentuk poster. “Silakan buat, poster-poster ini akan kita sebar di sekolah-sekolah,” tuturnya.

Dalam kunjungannya ini, Dirjen Rehsoselihkan Balai-balai untuk menambahkan jenis sertifikasi bagi PM, yaitu sertifikasi kompetensi. “Balai harus membuat sertifikasi kompetensi di bidang keterampilan yang ditekuni PM. Lebih baik lagi jika ada kerja sama dengan pihak sertifikasi.” diungkapkannya.

Sertifikat kompetensi ini akan bermanfaat bagi mereka agar dapat melamar pekerjaan sesuai bidang keterampilan. Selain sertifikat kompetensi, balai-balai juga telah memberikan sertifikat sosial yang menunjukkan keberfungsian sosialnya telah meningkat.

Selain itu, perlu juga _upgrade_fasilitas prasarana layanan seperti mesin cetak, mesin jahit, dan mesin pendukung keterampilan yang disediakan di setiap balai.

Bagi Balai Napza “Galih Pakuan” Bogor, Dirjen Rehsos mengarahkan untuk melakukan pemetaan PM dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Bisnis Proses ATENSI perlu bermitra dengan LKS yang berbasis keluarga. Karena dukungan keluarga menjadi bagian terpenting dalam proses rehabilitasi sosial.

Pekerja Sosial juga sangat penting dalam Proses Bisnis Atensi, karena akan melakukan tugas-tugas profesional untuk penjangkauan, penelusuran, layanan harian, pendampingan sosial, kunjungan ke keluarga, mediasi keluarga, mendukung keluarga, menciptakan keluarga, pemulangan keluarga, pengembangan masyarakat dan sosialisasi.(nor)

Categories: Berita Nasional

Leave A Reply

Your email address will not be published.

corona covid 19 cialis https://academicjournals.org/js/ckfinder/ckfinder.html https://www.e-act.nl/admin/img/0/novagra-turkiye-satis-sitesi.pdf https://catholicculture.org/userfiles/files/novagra-satin-al.pdf https://egeduyuru.ege.edu.tr/dosyalar/novagra-nedir.pdf pendik escort
Pripos.id