Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pengadaan dan distribusi 150 sarana tempat sampah terpilah berupa ember kepada warga. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Selain itu, tim juga menerapkan teknologi Loseda (Lodong Sesa Dapur) sebagai solusi pengolahan sampah organik, khususnya sisa makanan rumah tangga. Instalasi Loseda dibangun bersama warga dan akan diintegrasikan dengan program budidaya maggot yang telah berjalan di lingkungan RW 06 sehingga mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah organik yang lebih berkelanjutan.
Untuk memperkuat pemahaman masyarakat, mahasiswa turut membagikan leaflet edukasi mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan yang berisi informasi praktis tentang pemilahan dan penanganan sampah yang benar.
Tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan edukasi, Kelompok 12 IKMK 4 juga mendorong penguatan tata kelola lingkungan melalui penyusunan rancangan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah di tingkat RW. Penyusunan SOP dilakukan melalui diskusi bersama Ketua RW, para Ketua RT, serta tokoh masyarakat guna membangun kesepahaman dan memastikan keberlanjutan program di masa mendatang.


