“Kami percaya program UGEO sangat penting bagi mahasiswa dalam membangun ide untuk menjadi agen perubahan terhadap isu-isu SDGs. Saat ini, pemahaman terhadap isu tersebut sudah menjadi sesuatu yang penting bagi kita,” katanya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Unisba dan Ateneo de Davao University (ADDU), Filipina. Penandatanganan tersebut menjadi salah satu langkah penguatan jejaring dan kerja sama internasional Unisba dengan perguruan tinggi mitra.
Rangkaian hari pertama kemudian dilanjutkan dengan UGEO Guest Lecturer bertema Quality Education. Sesi tersebut menghadirkan tiga pembicara, yakni Assoc. Prof. Mark Laurence J. Fano, LPT, MALT, CHRA dengan materi “Abot-Malay, Abot-Dama, Abot-Kaya: From Access to Quality”, Ms. Karen Anne E. San Pedro, MEd, MAEd dengan materi “The Mover: How Youth Action Drives Inclusive Education”, serta M Imam Pamungkas, S.Pd.I., M.Ag., Ph.D. dengan materi “Beyond Knowledge: Educating for Humanity”. Sesi ditutup dengan diskusi dan tanya jawab.


