“UGEO 2026 dirancang sebagai platform mobilitas internasional yang mengintegrasikan keterlibatan akademik, kegiatan budaya dan kemasyarakatan, pelaporan internasional, serta pembelajaran lintas budaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UGEO 2026 melibatkan peserta dan perwakilan akademik dari empat institusi internasional, yakni Holy Child Central Colleges, Inc. dan Ateneo de Davao University dari Filipina, serta Universiti Sains Malaysia dan Curtin University Malaysia. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa internasional yang tengah menempuh studi di Unisba dan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM).
“Program ini melibatkan 13 mahasiswa dan tiga faculty members atau academic advisors dengan latar belakang negara yang beragam, termasuk Filipina, China, Sri Lanka, Malaysia, Mesir, Somalia, dan Palestina,” jelasnya.
Selain itu, sebanyak 19 mahasiswa sarjana dari berbagai program studi di Unisba turut dilibatkan untuk memperoleh pengalaman interaksi internasional dan lintas budaya. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh 34 anggota kepanitiaan yang berasal dari KUI dan mahasiswa Unisba Global International Student (UGIS).


